Banjir Semarang, Walikota Mbak Ita Fokus Entaskan Banjir Wilayah Pesisir

19 March 2024
Banjir Semarang: Mbak Ita Fokus Entaskan Wilayah Pesisir (dok. semarangkota.go.id)

kanal9.id - Terkait banjir Semarang, Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (2021-2026) yang akrab dengan panggilan Mbak Ita menyatakan fokus pada pengentasan banjir dan warga terdampak di wilayah pesisir Semarang.

Dilansir kanal9.id dari semarangkota.go.id (medsos Pemerintah Kota Semarang), Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, adalah wilayah pesisir yang menjadi langganan banjir Semarang yang juga Ibu Kota Jawa Tengah.

Pada tahun ini, banjir Semarang terutama di Trimulyo kembali terjadi. Kini, sudah memasuki hari kelima sejak Rabu (13/3/2024). Hingga kini, banjir masih merendam wilayah tersebut.

BACA JUGA: Pertama Kali Dalam Sejarah Demak Modern: Banjir Kepung Kota Wali, Kiai Hasan Maulana: Perbanyak Dzikir dan Istighfar

Ada empat RW yang terendam banjir di Trimulyo. Menurut informasi, ada 1.248 KK dengan total 3.850 jiwa di kelurahan tersebut.

Seorang warga RT 02 RW 02, Kelurahan Trimulyo, Aji Suhandoyo mengungkapkan, tak banyak hal yang diharapkan. Pasalnya, dari tahun ke tahun, dia menilai tidak ada perubahan terkait bencana banjir di wilayahnya. "Hampir setiap tahun, saat musim hujan, banjir menerjang Trimulyo," katanya.

"Harapannya, tidak ada yang diharapkan. Dari tahun ke tahun tidak ada perbaikan. Justru, ini menyusutnya (hilangnya genangan) lebih lama," ungkap Aji, saat ditemui di lokasi banjir, Minggu (17/3/2024).

Menurutnya, banjir tahun ini lebih parah dibanding tahu lalu. Hingga hari keempat banjir, debit air masih cenderung statis.

Penyusutan air dinilai lebih lama. Padahal, curah hujan tahun ini lebih singkat dibanding tahun lalu.

"Curah hujan kemarin hanya satu dua hari saja. Tidak seperti tahun kemarin pada 1 Januari 2023, itu curah hujannya tinggi, tali penyusutan lebih cepat," papar Aji.

Dari sisi ketinggian air, menurutnya, banjir tahun ini juga lebih tinggi. Sejumlah rumah di lingkungannya yang biasanya tidak kemasukan air pun kini diterjang banjir.
Saat ini, rumahnya masih terendam. Ketinggian air masih di atas lutut orang dewasa.

"Ini lebih tinggi. Dulu, banyak rumah yang tinggi tidak kena, sekarang kena banjir. Rumah saya masih di atas dengkul," tuturnya.

BACA JUGA: Apakah Shopee Paylater Bisa Digunakan di Semua Toko? Awas Jangan Sampai DC Shopee PayLater ke Rumah

Saat ini, dia bersama keluarga mengungsi di masjid dekat rumahnya. Beberapa hari banjir, dia tak bisa berpergian lantaran aksesibilitas yang sulit. Kini, dia mulai bekerja.

"Kemarin-kemarin kan Jalan Wolter juga banjir. Jadi, tidak bisa kemana-mana. Kalau hari ini, saya kerja. Ini baru pulang," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) menyampaikan beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengentaskan persoalan banjir di pesisir utara Semarang.

Pertama, akan dilakukan normalisasi Sungai Tenggang yang tengah berproses di Kementerian PUPR.

"Semoga Mei atau Juni sudah terlaksana. Itu jadi salah satu solusi. Ada anggaran Rp300 miliar untuk Kali Tenggang," jelas Mbak Ita.

Kemudian, lanjut dia, pembangunan tanggul tol laut. Nantinya, akan dibangun juga kolam retensi seluas 250 hektare untuk penampungan. Ini bisa menjadi solusi penanganan banjir di wilayah pesisir Kota Semarang

"Kami harapkan adanya dukungan dari Kementerian PUPR, untuk wilayah Trimulyo. Tapi sebenarnya tidak hanya Trimulyo tapi juga Genuk, Tambakrejo, Gayamsari, Muktiharjo, bisa terselesaikan," jelasnya.

DISCLAIMER: Artikel terkait banjir Semarang ini sudah terbit di semarangkota.go.id dengan judul Mbak Ita Berfokus Entaskan Banjir Wilayah Pesisir Semarang. Semoga artikel ini bermanfaat.***

Kontributor:

Terkait