Banjir Sulawesi Selatan Menjadi Saksi Lemahnya Mitigasi Bencana dari Pemerintah

9 May 2024
Ilustrasi Banjir di Sulawesi Selatan (Credit to Owner)

Kanal9.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 14 jiwa meninggal dunia di Kabupaten Luwu akibat tertimbun longsor dan terseret banjir di Sulawesi Selatan. Adapun satu orang meninggal dunia di Kabupaten Sidenreng Rappang atau biasa disebut Sidrap.

Terdapat sedikitnya 15 korban jiwa meninggal dunia serta ribuan lainnya dari sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan akibat banjir dan longsor, pada Jumat 5 Mei 2024 silam. Pemerintah daerah dan pusat dinilai pakar kebencanaan belum menyentuh mitigasi risiko, yang membuat jatuhnya korban akibat bencana alam seharusnya bisa dihindari.

Selain Kabupaten Luwu dan Sidrap, bencana banjir telah melanda Kabupaten Wajo, Sinjai, Enrekang, Pinrang, dan Soppeng. Berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan ini sangat terdampak akibat bencana banjir bandang berserta tanah longsor.

Baca Juga: HISFARSI Gelar Pertemuan Ilmiah Tahunan dan MUKERNAS 2024 di Hotel Padma Semarang

Lalu, bagaimana pendapat pakar mengenai bencana alam di Sulawesi Selatan? Kabupaten apa saja yang terendam banjir di Sulawesi Selatan? Selebihnya mari kita bahas pada artikel berikut ini.

Banjir Sulawesi Selatan Menjadi Saksi Lemahnya Mitigasi Bencana dari Pemerintah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel melaporkan bahwa kabupaten yang paling parah terpapar banjir adalah Luwu. Berdasarkan pernyataan ini, terdapat 13 kecamatan di kabupaten Luwu yang terendam banjir.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 14 orang meninggal dunia di Kabupaten Luwu akibat terseret banjir dan tertimbun longsor. Sedangkan terdapat satu korban jiwa lainnya meninggal dunia di Kabupaten Sidenreng Rappang atau familiar disebut Sidrap. Selain Kabupaten Luwu dan Sidrap, bencana banjir juga telah melanda Kabupaten Wajo, Pinrang, Enrekang, Sinjai, dan Soppeng.

Korban Banjir di Sulawesi Selatan

Hingga Sabtu (4/5) pukul 09.00 WIB, sebanyak 2.052 kepala keluarga terdampak dan 115 jiwa di Kabupaten Luwu mengungsi di beberapa masjid dan rumah kerabat.

Tanda Siaga dari BMKG Untuk Banjir di Sumatera Selatan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wil. IV Makassar sudah mengeluarkan tanda siaga selama tiga hari ke depan untuk wilayah bencana. Prakirawan BMKG IV Makassar, Amhar Ulfiana, menyebutkan potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor serta banjir bandang di sejumlah daerah.

"Untuk hari ini kami masih berikan peringatan siaga, di atas waspada. Ada tiga tingkatan: waspada, siaga, kemudian awas," ungkapnya.

Peringatan siaga telah diturunkan mengingat intensitas hujan diperkirakan masih lebat hingga sangat lebat. "Seperti banjir dan tanah longsor kami tetap kasih siaga untuk besok dan lusa," tambah Amhar.

Demikian informasi yang dapat disampaikan mengenai Banjir di Sulawesi Selatan. Semoga ke depannya, pemerintah dapat lebih siaga terkait dengan peringatan bencana alam, sehingga resiko kerusakan dapat diminimalisir(*)

Sumber: Darul Amri, BBC News Indonesia

Kontributor: