Derita Ibu Muda Korban Investasi Bodong, Serahkan Belasan Juta dari Gadaikan BPKB Tanpa Izin Suami

1 Agustus 2021

JEPARA - Ulah investasi bodong yang dilakukan oleh terduga YA, gadis 20 tahun di Mlonggo Jepara semakin memanbah panjang derita para korbannya. Apalagi terduga YA menghilang entah kemana. Sehingga para korban semakin terlunta-lunta meratapi nasibnya.

Investasi yang diperkiralan beromzet sekitar 4 milyar rupiah itu telah memakan korban hingga 500 orang. Masing-masing korban mengalami jalan unik dan berliku hingga tergoda untuk menanamkan investasi.

Salah satunya adalah ibu rumah tangga berinisial S. Ibu muda dari Desa Sedompyong, Jepara untuk mencoba mendatangi rumah tersangka YA Jumat Malam. Dia mencoba mencari informasi tentang kebenaran dugaan investasi bodong yang ia ikuti tersebut.

Korban S menceritakan, adiknya lah yang telah berhasil membujuknya ikut investasi itu. Sebab, adiknya sudah menikmati hasil investasinya dalam sebulan terakhir. Saat dibujuk, dia sedang terlilit utang.

“Wis ayo. Aku sing wis jalani. Sapa reti iso junjat keadaane awak dewe. Duwemu apa gadekno. Mek-meko utang. (Sudah ayo. Aku yang sudah menjalani. Siapa tahu bisa mengangkat kondisi kita. Yang kamu miliki apa gadaikan. Carilah utang),” kata S menirukan ucapan sang adik saat membujuknya.

Setelah terpengaruh rayuan itu, kemudian dia nekat menggadaikan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) mobilnya. Setelah itu, uang yang disetorkan melalui adiknya kepada YA senilai Rp 8 juta. Ditambah setoran anaknya sebesar Rp 2,2 juta.

Pada Jumat (20/7/2021) lalu, uang itu diceburkan ke dalam investasi yang diduga bodong tersebut. Dijanjikan, dalam sepuluh hari, setiap Rp 3 juta akan cair menjadi Rp 4 juta.

“Mestinya keluar tanggal 31 (Juli 2021, red) ini,” ujar dia.

Yang lebih ironis lagi yakni S sama sekali tidak mengenal YA. Dia juga tidak diberi tahu adiknya tentang usaha apa yang dijalankan dalam bisnis tersebut.

Tetapi dia yakin dengan adiknya yang sudah berhasil mendapatkan uang dari investasi itu. Jumat (20/7/2021) lalu, dia memastikan kalau adiknya berhasil mencairkan Rp 17 juta.

“Kemudian Rp 17 juta itu diinves lagi. Dan sampai sekarang sama belum cair,” terangnya seperti dikutip dari murianews.com.

Dirinya juga mengakui bahwa saat menyeburkan uangnya itu, suaminya tidak memberikan izin sama sekali. Tetapi dia memaksakan diri dengan diam-diam menggadaikan BPKB mobilnya itu. (Kan3_

Terkait