Dianggarkan Rp 4,5 M, Padat Karya Tunai Kotaku Kab. Semarang Serap 1.196 Orang

1 Mei 2021

UNGARAN - Upaya pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat akibat pandemi Covid-19 terus dilakukan. Salah satunya adalah mengadakan program Padat Karya Tunai (PKT) Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Program ini dilaksanakan langsung di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Untuk Kabupaten Semarang program tersebut dianggarkan dana sebesar Rp 4,5 M. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Semarang H. Basari saat meresmikan program PKT Kotaku

Rencananya PKT dilaksanakan di 15 desa/kelurahan di tiga kecamatan. Menandai peresmian Wabup bersama warga melakukan bersih-bersih di lapangan Desa Bejalen, Kamis (29/4).

Menurut Basari, program itu sangat membantu masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19. Diharapkan pendapatan yang didapat warga dari hasil kerja PKT dapat digunakan sebaik-baiknya.

“Warga akan mendapat kesempatan menambah pendapatan dengan melakukan kerja bakti memelihara sarana infrastruktur desa atau kelurahan. Kita akan upayakan terlaksana di seluruh Kabupaten Semarang,” katanya.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah 3 Jateng Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Nando Lastro Elisabeth Sirait menjelaskan pelaksanaan kegiatan pada April sampai Juni mendatang.

Tenaga kerja terserap pada program ini sebanyak 1.196 orang terdiri 1.051 laki laki dan 145 perempuan. Sedangkan jenis pekerjaan adalah pemeliharaan infrastruktur yang sudah terbangun.

“Prioritas pekerja pada program ini adalah warga yang mengalami penurunan pendapatan karena pandemi Covid-19,” terangnya.

Desa dan kelurahan yang menjadi lokasi PKT Kotaku diantaranya Desa Bejalen, Kranggan, Baran dan Pojoksari di Kecamatan Ambarawa. Di kecamatan Ungaran Barat dilaksanakan di Desa Lerep, Kalisidi Gogik, Ungaran dan Bandarjo.

Sedangkan di Kecamatan Ungaran Timur, seperti dikutip dari ungarannews.com, ada di Beji, Leyangan, Susukan, Kalongan dan Sidomulyo. Masing-masing desa / kelurahan mendapat alokasi Rp300 juta. (Kan3)