Dua Kali Seminggu Pegawai Swasta Paksa ABG Layani Nafsu Bejatnya Selama Bertahun-tahun

20 Juni 2022
Foto : tribratanews.jabar.polri.go.id

SOREANG - Seorang berinisial MB (49) diamankan jajaran Polresta Bandung Jawa Barat. Pria yang berprofesi sebagai pegawai swasta itu diduga melakukan pencabulan terhadap seorang perempuan sejak masih dibawah umur.

Dikutip dari tribratanews.jabar.polri.go.id, Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan peristiwa bermula pada 2016 silam. Saat itu, korban masih berusia 16 tahun.

“Awalnya korban sedang menonton tv. Saat itu, tersangka mendekatinya dan memberikan uang Rp 40ribu,” kata Kombes Kusworo.

Setelah memberikan uang, kata Kombes Kusworo, tersangka menyuruh korban untuk pergi ke kamar lantai bawah. Sesampainya di sana, tersangka memaksa korban untuk membuka bajunya dengan cara di paksa.

"Walaupun korban sudah menolaknya namun tersangka tetap melakukan persetubuhan terhadap korban ini,"ujar Kombes Kusworo.

Merasa aksi bejatnya berjalan mulus, ujar Kombes Kusworo, tersangka kemudian mengulangi perbuatannya. Saat itu korban sedang bermain handphone dan tersangka mengajak korban ke salah satu kamar yang berfungsi sebagai gudang.

“Tersangka kembali menyetubuhi korban. Sebelumnya, tersangka telah memberikan uang sebesar Rp200ribu kepada korban,” tutur Kusworo.

Tidak berhenti di situ, menurut Kombes Kusworo perbuatan bejat itu terus dilakukan berulang-ulang hingga 26 Mei 2022 bertepatan korban telah berusia 21 tahun. Selama bertahun-tahun, tersangka melakukannya seminggu 2 kali.

“Tersangka memberikan uang bervariatif kepada anak korban dari Rp40 ribu-Rp1 juta,” tambahnya.

Kombes Kusworo menegaskan, korban takut melaporkan peristiwa yang dialaminya lantaran mendapatkan ancaman. Dia baru berani melaporkannya pada Juni 2022.

"Setelah mendapat laporan dan bukti-bukti kuat, akhirnya mengamankan tersangka MB yang selanjutnya dilakukan penyidikan lebih lanjut. Latar belakang tersangka yakni pegawai swasta di wilayah Cikancung, Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 Tentang Perlindungan Anak. Dengan ancamam maksimal 15 tahun penjara. (TBN/JBR/K5)

Terkait