Edarkan Uang Palsu Jelang Lebaran, Tiga Pelaku dari Daerah Berbeda Berhasil Diamankan

3 Mei 2021

KARANGANYAR - Sekamin mendekati lebaran dimana banyak orang berbelanja atau membeli berbagai kebutuhan jutru dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Salah satunya adalah untuk mengedarkan uang palsu (upal).

Untuk itu masyarakat harus lebih berhati-hati dan cermat saat melakukan transaksi.

Peristiwa peredaran uang palsu salah satunya terjadi di Colomadu Karanganyar. Peredaran upal di daerah tersebut sudah cukup meresahkan masyarakat setempat. Karena sudah cukup banyak yang jadi korban.

Beruntung aparat kepolisian segera sigap dan berhasil menangkap pelaku. Ada tiga orang pelaku yang mengedarkan upal berhasil ditangkap Polsek Colomadu.

Kapolres Karanganyar AKBP Mochammad Syafi Maulla mengatakan, ketiga pelaku ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Ktiganya yakni IS (40) asal Pancoran Jakarta Selatan, SBH (32) warga Desa Malangjiwan Kecamatan Colomadu serta VC alias UAK (24) warga Cemani Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Selain mengamankan ketiga tersangka, Polsek Colomadu juga mengamankan barang bukti berupa 32 lembar pecahan uang yang diduga palsu senilai Rp 3.650.000.

“Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan salah satu pedagang toko kelontong yang berada di Desa Gedongan Colomadu,” ujar Kapolres, (2/5).

Menerima laporan tersebut, anggota Polsek Colomadu langsung mendatangi lokasi dan mengamankan IS serta barang bukti berupa uang yang diduga palsu senilai Rp 3.650.000 dari dalam mobil yang dikendarainya.

“Tersangka IS membelanjakan uang yang diduga palsu di salah satu warung kelontong. Pemilik curiga dan langsung melaporkan kepada petugas kami. Saat itu juga tersangka IS kami amankan bersama barang bukti berupa uang palsu,”jelas Kapolres.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka IS, lanjut Kapolres, pihaknya berhasil mengamankan tersangka lain, yakni SBH dan VC. Menurut keterangan IS, bersama SBH dia membeli uang palsu tersebut dari VC dengan perbandingan satu lembar uang asli dengan mendapat dua lembar uang palsu.

“Dari hasil tersebut, tim langsung mengamankan SBH dan VC di kediamannya. Kasus ini kami kembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tandas Kapolres seperti dikutip dari ungarannews.com.

Ketiga pelaku dijerat dengan UU No 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman 15 tahun penjara serta denda Rp 15 miliar rupiah. (Kan3)

Terkait