Fakta Awal Kejadian Meninggalnya Staf Protokoler Kemenko PMK Di Desa Wisata Pagak Kabupaten Banjarnegara

4 January 2024
Sutrisno Staf Protokoler Kemenko PMK jatuh tidak sadarkan diri di dekat makam

BANJARNEGARA - KANAL9.ID - Tewasnya Staf Protokoler Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) saat bertugas kemarin. Ada momen pada saat awal Staf protokoler Kemeko PMK tersebut jatuh tak sadarkan diri.

Staf Protokoler Kemenko PMK saat itu tengah bertugas mengikuti kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Desa Wisata Pagak Kecamatan Purwareja Klampok Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, Rabu (3/1/2024).

Staf Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tersebut bernama Sutrisno Bin Warsid Hadi Prayitno (42 tahun).

Pada pukul 12.20 WIB oleh dokter Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara, Sutrisno dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Hadapi Kerawanan Logistik Pemilu 2024, Bawaslu Wonosobo Lakukan Pengawasan Ke Gudang Logistik KPU

Sutrisno jatuh tidak sadarkan diri dekat dengan makan yang berada tidak jauh dari Rawa Luthung Desa Wisata Pagak Banjarnegara.

Dari foto yang dibagikan oleh salah satu warga, kemarin sempat ada yang mengambil gambar pertama kalinya Sutrisno tidak sadarkan diri.

Foto dengan caption tertulis "Staf Pak Jokowi yg meninggal tdi siang di dket kuburan rawa lutung" tulis warga.

Foto tersebut juga banyak beredar di group-group WhatsApp. Sampai dengan berita ini diturunkan, redaksi belum dapat menghubungi warga yang sempat mengambil gambar.

Baca juga: Ini Dia Berkas Persyaratan Perpanjangan SIM Ditahun 2024, Bila Tidak Lengkap Akan Ditolak

Desa Pagak ternyata memiliki sejarah menarik dan unik yang melibatkan cerita unik dari nenek moyang setempat.

Kisah tersebut berhubungan erat dengan salah satu jenis kayu khas di Indonesia yakni kayu jati.

Desa seluas 168,950 hektar itu memiliki sejarah turun temurun mengenai penamaan daerah 'Pagak'.

Nama 'Pagak' itu sendiri berasal dari kata 'Cagak' yang memiliki arti Tiang.

Baca juga: Kalian Wajib Tahu!, Fakta Menarik Penerimaan CPNS Tahun 2024

Dalam sejarahnya, di era Kesultanan Surakarta, pihak keraton membutuhkan sejumlah kayu jati untuk proses pembangunan.

Untuk mendapatkan kayu jati itu, maka pihak kesultanan harus mendapatkannya di daerah Bogem, yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi Desa Pagak.

Untuk memenuhi kebutuhan kayu jati tersebut, terjadi penebangan pohon yang besar dan tinggi. Saat ranting dan dahan kayu jati jatuh di wilayah Desa Pagak, keberuntungan menyertai desa tersebut.

Ranting dan dahan yang jatuh tersebut, saking besar dan kuatnya, berhasil menopang atau "tercagak."

Baca juga: Banyak Dicari!, Ini Dia Berbagai Cemilan Enak dan Sehat Berbahan Dasar Singkong, Anda Ingin Coba Membuatnya?

Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal nama "Desa Pagak." Sejak saat itu, Desa Pagak tumbuh dan berkembang sebagai sebuah entitas yang terhindar dari kerugian besar akibat penebangan kayu jati.

Dan tempat pertama kalinya Sutrisno Staf Protokoler Kemenko PMK tidak sadarkan diri berada di pemakaman yang banyak ditumbuh pohon jati disekitarnya.(*) (K11).

Kontributor:

Terkait