Gadis Belia Dicabuli Dua Remaja di Rumah Teman dan Kebun Kopi

14 Juli 2022
Ilustrasi pencabulan/freepik

WAY KANAN - Seorang anak yang masih berusia belia di Way Kanan Lampung diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan dua remaja yang masih di bawah umur. Akibatnya, korban mengalami trauma dan mengeluhkan sakit pada organ vitalnya.

Dikutip dari tribratanews.polri.go.id, Kapolres Way Kanan, AKBP Teddy Rachesna melalui Kasat Reskrim, AKP Andre Try Putra mengatakan terungkapnya perbuatan itu bermula saat ayah korban mendapatkan informasi jika anaknya telah menjadi korban pencabulan. Sehingga, keesokan paginya dia menanyakan kejadian yang sebenarnya kepada korban.

"Ayahnya mendapat cerita dari warga, kalau korban telah menjadi korban pencabulan. Sehingga, pada keesokan harinya, dirinya langsung menanyakan tentang kebenaran kejadian itu kepada korban,"katanya.

Kepada sang ayah, kata Kasatreskrim, korban bercerita, sekitar Mei 2022 lalu dia tengah berada di rumah temannya yang berada di Kecamatan Rebang Tangkas. Sekira pukul 13.00 WIB, pelaku yang berinisial PP (13) memaksa korban untuk masuk ke dalam kamar.

"Di situlah pelaku melakukan perbuatan cabul terhadap korban,"katanya.

Sebulan kemudian, ujar Kasatreskrim, korban kembali bertemu dengan pelaku dan rekannya PS (15) di kebun kopi. Saat itu, PS juga memaksa korban agar mau menuruti kemauannya dengan ancaman akan dibunuh jika menolak.

"Korban yang ketakutan akhirnya terpaksa mengikuti kemauan pelaku,"ujar Kasatreskrim.

Menurut Kasatreskrim, mendengar pengakuan korban, ayahnya langsung melaporkan kejadian ke Polres Way Kanan untuk ditindak lanjuti. Berbekal laporan itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan kedua pelaku di kediamannya di Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan.

"Saat dilakukan penangkapan anak tidak melakukan perlawanan. Selanjutnya PS dibawa ke Polres Way Kanan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,‚ÄĚjelas Kasatreskrim.

Sementara, untuk pelaku PP hanya dilakukan penahanan kota dan wajib lapor ke Polres Way Kanan setiap Senin dan Kamis sampai dengan waktunya nanti perkara tersebut P21. Itu, karena usianya masih 13 tahun, sedangkan dalam pasal 32 UU 11/2012 tentang SPPA (Sistem Peradilan Pidana Anak), diatur penahanan terhadap anak hanya boleh dilakukan dengan syarat anak telah berusia 14 tahun atau lebih.

"Setelah berkas perkara dinyatakan selesai, maka barang bukti, dan kedua pelaku PS bersama PP pun akan di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Way Kanan untuk dilakukan penuntutan dan persidangan di Pengadilan Negeri Blambangan umpu,"tegasnya.

Akibat perbuatannya, para pelaku diancam dengan pasal 81 ayat (1), (3) atau pasal 82 ayat (1), (2). Dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (K5/K5)

Terkait