Geger Penampakan Macan di Ngepringan Sragen, Polisi Bersama BKSDA Gerak Cepat

1 Desember 2022
Foto:Ilustrasi

SRAGEN - Warga di Dukuh Sendang, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar Sragen digegerkan dengan kabar penampakan macan di wilayah hutan milik Perum Perhutani desa setempat. Meski tidak ada hewan ternak yang dimangsa, warga khawatir, satwa liar itu sewaktu-waktu turun ke pemukiman penduduk.

Polisi beserta Balai Konservaksi Sumber Daya Alam (BKSDA) Surakarta yang mendengar kabar tersebut pun langsung turun tangan. Mereka memeriksa lokasi yang diduga sebagai tempat munculnya satwa dilindungi tersebut.

Termasuk memeriksa jejak kaki yang ditinggalkan. Kapolsek Jenar Polres Sragen Iptu Suparjono mengungkapkan informasi awal dugaan adanya satwa liar itu datang dari seorang warga di Dukuh Bago, Desa Bago, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan.

Saat itu, ia mengaku melihat hewan liar seperti macan saat mencari rumput di hutan di perbatasan Kabupaten Grobogan dan Sragen, tepatnya di wilayah Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen.

”Berdasarkan informasi itu, Koramil dan Pemerintah Kecamatan Jenar dan Polsek mendatangi lokasi untuk menyelidiki informasi itu. Dari pengecekan lokasi jejak-jejak hewan liar itu belum jelas. Fakta-fakta yang menguatkan keberadaan macan juga belum ada, misalnya ada ternak warga yang hilang atau mati dan seterusnya. Kendati demikian, kami tetap memantau terus,” ujar Suparjono.

Dia mengimbau kepada masyarakat tidak perlu takut karena baru sebatas pengakuan satu orang warga Bago, Kradenan, Grobogan.

Dia mengatakan Polsek sempat mengerahkan warga RT untuk mencari jejak. Dia mengatakan sukarelawan Ganepo Rescue juga dilibatkan tetapi belum menemukan jejak yang valid.

”Nanti mana kala ada benar maka saya buat laporan khusus,” jelasnya dikutip dari Solopos.com

Koordinator Sukarelawan Ganepo Rescue Tangen, Sragen, Rudi Krisdiyanto, menerangkan ada dua sukarelawan Ganepo Rescue Tangen yang terlibat dalam penyelidikan itu, Selasa (29/11).(tr/kan1)