Harga Beras Meroket, Guru Non ASN Kelabakan Menahan Rasa

7 March 2024
Ilustrasi beras yang harganya naik

kanal9.id – Harga beras yang meroket naik terus membuat guru non PNS kelabakan dan tak bisa membendungnya. Harga beras dan semua bahan pokok naik.

Suasana menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriyah, juga menjadi penentu melambungnya semua bahan makanan pokok.

Dilansir kanal9.id dari Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Munir Arsyad mengaku banyak menerima keluhan guru-guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) karena harga beras yang semakin mahal.
hal tersebut tentu tidak hanya dirasakan oleh para guru non ASN tetapi seluruh rakyat Indonesia. Kondisi ini membuat masyarakat menjadi kurang nyaman.

Menurut Munir, kenaikan harga beras yang tak terkendali akan mengancam dapur rumah tangga para guru non ASN khususnya di Jakarta.

BACA JUGA: Info Mudik Lebaran Gratis untuk KTP Jateng: Cara Daftar dan Jadwalnya

“Soal harga beras ini, guru-guru non ASN di DKI ini pada menjerit. Beras yang biasanya 5 kg Rp60 ribu, sekarang sudah lebih dari Rp90 ribu," kata Munir.

Hampir setiap hari, Munir menerima keluhan guru non ASN terkait harga beras yang tinggi, Untuk menyiasati agar bisa makan mereka mmbeli beras dengan harga yang lebih murah.

Namun itu juga belum memberi solusi. Beras yang dimakan kualitasnya kurang bagus dan mudah rusak jika dimasak.

“Ini cerita dari guru-guru nih ke saya. Udah mahal, berasnya aneh. Nggak bagus. Pagi dimasak, malam udah basi. Itu harga dari pasaran. Itulah jeritan masyarakat,” kata Munir.

“Gambaran ini seolah bertolak belakang dengan bayangan semu tentang kesejahteraan masyarakat di Jakarta,” sambung Munir.

Masyarakat daerah lain selalu beranggapan bahwa warga Jakarta sudah di posisi tingkat kesejahteraan yang baik.

BACA JUGA: Beras Jenggawur Banjarnegara Hampir Tembus Rp20 Ribu per Kilogram 29 February 2024

Banyak Masyarakat menghimbau kepada pemerintah untuk DKI segera berupaya menstabilkan harga beras di pasaran.

“Kalau Jakarta itu barometer kesejahteraan, ayo dong sejahterakan dulu rakyatnya. Minimal urusan perutnya terpenuhi dengan mudah dan murah. Kalau di Jakarta guru-guru non ASN dan ibu-ibu menjerit, gimana di daerah lain,” pungkas Munir.

Semoga dengan datang bulan Ramadhan menjadi momentum untuk peningkatan kesejahteraan guru non ASN dan seluruh masyarakat di Indonesia.

Demikian informasi tentang harga beras meroket, guru non ASN kelabakan menahan rasa.(K-09)

Kontributor: