Harga Porang di Wonogiri Terjun Bebas Menjadi Rp 2.300 per Kilogram

2 Juli 2022
Harga Porang yang anjlok (foto :tokopedia.com)

WONOGIRI - Harga jual porang di Kabupaten Wonogiri anjlok sejak beberapa hari terakhir. Saat ini harga komoditas tersebut tinggal Rp 2.300 per kg dari harga semula yang mencapai Rp 7.000 per kg.

Anjloknya harga porang tersebut diduga karena ekspor porang terhenti selama satu tahun akhir. Akibatnya, harga semakin merosot.

Petani porang asal Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Teguh Subroto, mengatakan harga jual porang pernah menembus Rp 9.000 per kg di awal tahun 2021. Memasuki Agustus 2021, harga jual porang masih menyentuh harga Rp7.000 per kg.

Setelah itu, harga porang terus merosot sampai saat ini. Sejumlah pabrik pengolah hasil tanaman porang berhenti beroperasi.

”Ada regulasi dari pemerintah agar petani melakukan registrasi lahan sebagai syarat ekspor. Misalnya, harus melaporkan berapa luas lahan, berapa jumlah panen dengan luas lahan tersebut. Lalu bagaimana proses penanamannya, bahan-bahan apa saja yang digunakan dalam proses penanaman porang, dan sebagainya,” kata Teguh seperti dikutip Solopos.com, Jumat (1/7).

Faktor cuaca dinilai juga memengaruhi harga jual porang. Cuaca yang sering hujan menyebabkan kadar air dalam porang semakin banyak. Kandungan yang terdapat dalam porang tidak maksimal.

Porang pun bercampur dengan air. Hal itu menyebabkan harga jugal menjadi turun.

Guna mencegah kerugian terlalu besar, Teguh melakukan tumpang sari tanaman. Dia menanam berbagai tanaman hortikultura, seperti terong.

Tanaman porang bisa ditumpang sari selama porang masih di dalam tanah. Selain itu, Teguh dan petani lain memilih menunda panen porang sampai harga porang kembali normal.(mdp/kan1)