Heboh! Oksigen Palsu Beredar Berisikan Angin dari Konpresor Tambal Ban

21 Juli 2021

JAKARTA - Oksigen menjadi barang langka saat ini karena permintaan yang sangat tinggi dari masyarakat. Pada suasana yang sedang genting saat ini tak luput dari keterlibatan para oknum untuk melakukan tindak kejahatan.

Ditemukan peredaran oksigen palsu di tengah situasi genting Covid-19 menjadi ancaman bagi pasien corona dan para pengguna lainnya.

Sejumlah peternak dan pedagang ikan hias di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mendapati tabung oksigen palsu, dalam proses pengiriman paket ikan hidup ke luar kota.

"Kami menyadari oksigen yang kami dapat palsu setelah ikan dalam kantong plastik yang telah diisi udara dari tabung oksigen itu mati, hanya selang beberapa menit setelah pengisian," kata Alipin (35), anggota kelompok peternak Sol Koi di Tulungagung, Kamis 15 Juli 2021, dikutip suaramerdeka.com.

Baru dua kantong plastik yang sempat diisi udara dari tabung oksigen palsu. Dalam tempo kurang dari 15 menit, ikan koi di salah satu kantong plastik mati karena kehabisan oksigen.

Beruntung ikan koi di kantong plastik lainnya masih bisa diselamatkan. Alipin dan kawan-kawannya kemudian menguji tabung oksigen yang mereka gunakan saat itu.

"Kami kemudian menguji tabung hitam yang kami curigai berisi oksigen palsu dengan oksigen asli," katanya.

Mereka mengujinya dengan membakar kantong plastik berisi udara dari masing-masing tabung oksigen.

"Kalau dibakar kelihatan jelas sekali," katanya. Terbukti, kantong berisi oksigen asli langsung terbakar, sementara kantong berisi oksigen palsu sama sekali tidak terbakar.

Selain itu, suhu tabung oksigen palsu terasa lebih hangat ketimbang tabung oksigen asli. Saat dihirup, udara dari tabung oksigen palsu pun terasa seperti udara biasa.

Alipin menduga penjual mengisikan tabung oksigen palsu dengan udara biasa dari mesin konpresor tambal ban. Padahal, tabung oksigen palsu yang didapatkan Alipin dari temannya itu dibanderol dengan harga tak biasa.

"Kalau biasanya Rp25 ribu, saya dapatnya sekitar Rp100 ribu," ujarnya.

Mula-mula, temannya memiliki tiga tabung oksigen, salah satunya dibeli oleh Alipin, sementara dua lagi akan diberikan kepada orang yang sakit.

"Begitu tahu tabung yang barusan didapat dari orang Pacitan palsu, Alipin segera memberitahu temannya agar tabung oksigen yang dibawa tidak digunakan (untuk manusia/orang sakit)," katanya.

(HAP/Kan3)