Ini Dia Obat Terapi Covid yang Mendapat Izin dari BPOM

30 Juli 2021

JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih terus melanda Indonesia. Tanda-tanda penurunan juga masih belum signifikan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai lembaga indepnden sangat diharapkan peran aktifnya untuk membantu menangani kondisi. Salah satunya dalam hal menentukan obat yang tepat untuk terapi Covid-19.

Unuk itu, BPOM baru-baru ini memberikan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/UEA) kepada sejumlah obat yang mendukung penanganan terapi Covid-19, termasuk Ivermectin yang sebelumnya sempat ramai di publik.

Hal itu terungkap dalam Surat Edaran BPOM tentang Pelaksanaan Distribusi Obat dengan Persetujuan Penggunaan Darurat.

Surat Edaran itu bernomor PW.01.10.3.34.07.21.07 Tahun 2021. Surat itu ditujukan kepada pemilik UEA, pimpinan fasilitas distribusi obat, pimpinan rumah sakit, pimpinan pusat kesehatan masyarakat, pimpinan klinik, pimpinan kantor kesehatan pelabuhan dan pemilik sarana apotek.

Adapun, surat edaran tersebut ditetapkan Mayagustina Andarini, Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM, pada 13 Juli 2021.

Total ada delapan jenis obat yang direkomendasikan oleh BPOM. Hal itu sesuai dengan SE pada poin ketujuh.

Kandungan tersebut yakni:

a. Remdesivir

b. Favipiravir

c. Oseltamivir

d. Immunoglobulin

e. Ivermectin

f. Tocilizumab

g. Azithromycin

h. Dexametason

Selain hal tersebut di atas, mengingat saat ini terdapat kelangkaan obat mendukung penanganan terapi Covid-19 di peredaran, maka perlu adanya mekanisme monitor ketersediaan obat mendukung penanganan terapi Covid-19 di peredaran. (Kan3)

Terkait