Kabar Gembira! Tempat Wisata di Jepara Tidak Jadi Ditutup

14 Mei 2021

JEPARA - Meskipun awalnya Pemerintah Kabupatn (Pemkab) Jepara memutuskan untuk menutup semua objek wisata yang ada di wilayah Bumi Kartini, namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya keputusan tersebut diubah.

Seluruh obyek wisata yang dimiliki Kota Ukir tetap akan dibuka selama momen lebaran Idul Fitri. Namun, pengelola wisata harus membatasi jumlah pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas pada umumnya.

Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 443/1831 tentang Perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro, Bupati Jepara Dian Kristiandi memutuskan untuk tetap membuka objek wisata.

Selain ketentuan maksimal hanya 30 persen dari kapasitas normal, waktu operasionalnya pun dibatasi hanya sampai pukul 15.00 WIB.

“Pemberlakukan SE perpanjangan PPKM Mikro ini mulai 4 sampai 17 Mei,” kata Dian Kristiandi.

Selama ini, Kabupaten Jepara dikenal menjadi salah satu tujuan masyarakat dari berbagai wilayah untuk berwisata, khususnya dalam momentum Idul Fitri. Seluruh obyek wisata selalu dipadati pengunjung. Mulai dari wisata pantai sampai pegunungan.

Dian Kristiandi, menyatakan penutupan secara total seluruh obyek wisata akan dilakukan pada event Pesta Lomban. Event ini berlangsung tujuh hari setelah lebaran Idul Fitri, atau juga biasa dikenal sebagai acara Syawalan.

Pada momentum Pesta Lomban, biasanya menjadi puncak kunjungan wisata di Jepara. Terutama saat momen larungan kepala kerbau di Pantai Kartini dan Ujung Batu.

“Pekan syawalan itu pasti dipadati wisatawan. Terutama saat ada tradisi larungan kepala kerbau. Tapi nanti pas kupatan atau tujuh hari setelah lebaran, seluruh obyek wisata kami tutup total,” tegas Dian Kristiandi seperti dikutip dari murianews.com (14/5).

Tidak hanya obyek wisata, pembatasan juga diberlakukan untuk restoran. Selama SE itu masih berlaku, pengunjungn restoran dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas masing-masing restoran. (Kan3)

Terkait