Kabupaten Tegal Zona Merah Lagi, Projo Bantu Siapkan 20.000 Masker

10 Juni 2021

SLAWI - Kondisi Kabupaten Tegal yang termasuk zona merah atau berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19 di Jawa Tengah membuat keprihatinan semua pihak. Apalagi, berdasarkan data terakhir, tingkat penularannya sudah bertambah dua kali lipat sejak libur Lebaran lalu.

Dari grafik harian Covid-19 di Kabupaten Tegal, peningkatan tajam penambahan kasus positif terjadi sejak, Selasa (18/5) lalu, hingga saat ini denga rerata 56 kasus positif baru per hari. Padahal sebelumnya, dari 1-17 Mei, rata-rata penambahannya hanya 25 kasus baru per harinya.

Grafik harian Covid-19 yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal, Hendadi Setiadji, Jumat (4/6) lalu, itu juga menyebutkan kasus kematian akibat infeksi Covid-19 juga bertambah. Yaitu dari 31 menjadi 47 kasus kematian pada periode waktu tersebut atau meningkat 51 persen.

Peningkatan drastis ini membuat sejumlah komponen di Kabupaten Tegal menyiapkan sejumlah upaya untuk membantu menurunkan penyebaran pandemi itu. Projo misalnya, sudah menyiapkan pembagian masker ke-18 pasar tradisional di Kabupaten Tegal.

Ketua Projo Kabupaten Tegal, Sugirman menagatakan, upayanya itu dilakukan untuk melaksanakan perintah langsung Presiden Jokowi dan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi untuk membantu upaya pemerintah daerah. Utamanya terhadap langkah-langkah untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19.

“Ini sekaligus untuk mendukung pelaksanaan Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19. Selain itu, kami akan sosialisasikan gerakan protokol kesehatan 5 M,” kata Sugirman.

Sebelumnya, bersama sejumlah pengurus, Rabu (9/6), Sugirman melakukan vaksinasi massal. Dia tak menampik masih banyak masyarakat yang ragu-ragu disuntik vaksin Covid-19.

“Karenanya pada kesempatan itu, kami mengimbau masyarakat jangan ragu-ragu dan takut divaksin. Vaksin Covid-19 yang ada aman dan gratis,” imbaunya.

Terkait ketidakhadirannya saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Desa Randusari Kecamatan Pagerbarang, Sugirman menegaskan, tidak ada koordinasi ataupun perintah dari induk organisasi di atasnya.

Menurut Sugirman, dia hanya tunduk pada perintah koordinasi di atas, apalagi kegiatan gubernur sama sekali tidak diketahuinya. Apalagi dia juga tercatat sebagai kader partai moncong putih.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo lega kondisi tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di Kabupaten Tegal hanya 53 persen. Padahal, Kabupaten Tegal merupakan salah satu zona merah Covid-19 di Jawa Tengah.

Apalagi, jajaran Forkompimdanya kompak untuk gotong royong bersama-sama menangani persoalan itu.

"Saya optimis, karena Forkompimdanya bagus. Kompak sekali. Tadi Pak Wakil Bupati sudah sampaikan, Dinkes juga bahwa belum ada BOR yang sampai 100 persen. Jadi masih aman, ini juga saya lihat jogo tonggo-nya bagus, semuanya nyengkuyung membantu bahkan warga Tegal yang kerja di daerah lain juga ikut membantu," ucapnya.

Meski begitu, Ganjar meminta Pemkab Tegal tetap menyiapkan kontijensi plan, apabila terjadi situasi darurat. Kapasitas tempat tidur baik ICU maupun isolasi di rumah sakit harus ditingkatkan.

"Karena zona merah, PTM dicek betul dengan PPKM mikro. Data epidemologinya dipakai, yang zona merah dalam PPKM mikro itu, jangan dulu PTM-nya," pungkasnya. (kan1)

Terkait