Karena Ejekan, Pembacokan Pelajar Terjadi Tanggulasi Jepara, Korban Luka Parah

4 Mei 2021

JEPARA - Tujuan Puasa di bulan Ramadan adalah menahan hawa nafsu dan meltih kesabaran. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami makna puasa tersebut. Banyak masyarakat, termasuk pelajar dan remaja yang masih mudah tersulut emosi dan tak mampu nemahan hawa nafsu.

Hal tersebut terlihat di Tanggulasi, Tulakan, Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara. Suasana pagi bulan suci Ramadan yang hening, digemparkan oleh peristiwa pembacokan seorang pelajar bernama RH (16) warga Dukuh Tengger Desa Bandungharjo Rt 02/01 Kecamatan Donorojo jepara.

Pelakunya juga masih berusia sebaya. Adalah A (16), seorang pelajar yang tinggal di Desa Tulakan Donorojo Jepara. Akibat kejadian tersebut korban kini harus dirawat di RS Rehata dengan luka di bagian perut dengan lebar 5 Cm dan panjang 30 Cm.

Kejadian bermula pada hari Senin, (3/5) jam 05.30 WIB. Pelaku A, M, I dan D sedang nongkrong di jembatan Dukuh Tanggulasi, Desa Tulakan Kecamatan Donorojo.

Tak berapa lama, korban RH bersama teman temannya sekitar 5 orang berjalan kaki lewat di depan pelaku, dan terus jalan sampai pasar Tanggulasi yang jaraknya sekitar seratus meter dari TKP.

Namun korban bersama teman temamnya kembali dan menghampiri pelaku. Korban kemudian menanyakan siapa yang mengejek. Kemudian korban bersama teman temanya mau mengeroyok pelaku dan ke 3 temannya. Bahkan sempat memukul

Beruntung ada orang lewat dan kemudian melerai. RH dan teman temannya kemudian lari. Sementara pelaku A mengambil sabit di rumah dekat TKP yang dibungkus dengan sarung dan kemudian kembali ke jembatan.

Tak lama kemudian RH dan kawan-kawan kembali lagi. Pelaku mengayunkan sabit ke arah korban dan mengenai perut korban sebelah kiri dan jari tangan kanan korban. Korban mengalami luka robek di perut kiri dengan panjang luka 30 cm, lebar 5 cm dan dalam luka 5 cm hingga usus kelihatan.

Masyarakat yang melihat kejadian tersebut membawa korban ke RS Rehatta Kelet. Sedangkan pelaku diamankan di Polsek Donorojo.

Kepala Desa Bandungharjo Siswanto, seperti dikutip dari suarabaru.id membenarkan terjadinya pertistiwa pembacokan tersebut. Namun ia belum mendapatkan keterangan secara rinci perkembangannya. (Kan3)