Keroyokan Aniaya Pencuri HP Hingga Tewas, 11 Satpam RSUD Kariadi Semarang Jadi Tersangka

30 Juli 2022
Sebelas Satpam yang ditetapkan jadi tersangka

SEMARANG - Sebelas Satpam RSUP dr Kariadi Semarang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Tengah. Pasalnya, mereka melakukan penganiayaan terhadap pelaku pencurian handphone (HP) hingga tewas.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan mengatakan penganiayaan terjadi pada Rabu (27/7) sekitar pukul 03.30 WIB. Adapun para tersangka yakni AW (41) selaku Komandan Regu dan 10 anggota yaitu AL (26), WF (27), AK (36), YA (27), ANC (31), EW (30), AR (37), RAR (22), GS (25) dan S (29).

“Awalnya, pihak IGD melaporkan ada seseorang yang meninggal tanpa identitas diduga terjatuh dari lantai dua rumah sakit itu. Hal ini kemudian ditindaklanjuti tim Inafis Polrestabes Semarang,” jelasnya.

Setelah memeriksa tubuh korban, kata dia, pihaknya mendapati bahwa korban meninggal tak wajar. Sebab ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban

“Akhirnya kita selidiki. Akhirnya kita dapati korban meninggal karena dikeroyok,” terang dia.

Peristiwa pengeroyokan lanjutnya, berawal saat korban kedapatan mencuri handphone seorang pasien rumah sakit. Kemudian seorang anggota satpam mengamankannya ke pos Induk Satpam dan diserahkan kepada komandan regu AW.

“Saat di pos satpam itu lah, korban dianiaya 11 satpam. Mereka memiliki peran masing-masing,"ujarnya.

Ada pelaku yang menampar pipi korban, ada yang memukul dan menampar mulut, memukul kepala, pipi, kaki korban pakai sepatu PDL. Ada juga yang menendang pipi kiri, ada yang menendang paha, ada yang menyundut rokok ke hidung dan jidat dan lain lain.

“Korban saat itu diborgol dan diinterogasi. Karena korban diinterogasi hanya diam saja, 11 Satpam menganiaya. ” beber dia

Sementara, tersangka AW mengaku 11 satpam menganiaya korban karena emosi.

“Korban ketika kita interogasi malah diam saja, akhirnya teman-teman emosi dan menganiaya,” kata Pria satpam yang sudah 7 tahun outsourching ini.

Atas perbuatan tersebut, para tersangka terancam dengan jeratan pasal 170 KUHPidana Ayat (2) ke-3e tentang Pengeroyokan Yang Menyebabkan Matinya Orang dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara. (K5/K5)

Terkait