Laku Keras di Hongkong, Sumbar Ekspor 670 Kilogram Cicak Kering

18 Juni 2022
Foto : artikel.rumah123.com

PADANG - Meski kadang dipandang menjijikan, cicak dipercaya masyarakat Hongkong sebagai salah satu obat herbal yang cukup mujarab. Tak heran, jika binatang pemakan nyamuk itu laku keras di negara itu.

Melihat peluang itu, salah satu perusahaan melakukan ekspor cicak kering ke Hongkong dengan jumlah yang cukup fantastis. Bahkan, permintaan ekspor kali ini meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.

Dikutip dari republika.com, Kepala Balai Karantina Pertanian Padang, Iswan Haryanto mengatakan ekspor cicak kering itu dilakukan CV Amanah Murasaki. Permintaan cicak kering meningkat dua kali lipat yang sebelumnya 330 Kg, sekarang mencapai 670 Kg.

"Cicak kering dipercaya oleh masyarakat untuk obat herbal Cina yang bisa menyembuhkan penyakit,"kata Iswan.

Menurut Iswan, dirinya mengaku cukup senang kepada pengguna jasa sehingga cicak kering kembali diekspor Hongkong. Sebab, dapat melihat peluang untuk cicak yang bisa diekspor.

"Ini termasuk jarang dan unik. Selain itu, di Sumbar juga punya potensi ekspor Sarang Burung Walet. Karena sudah banyak peminatnya,"ujarnya.

Iswan menjelaskan kemarin, Rabu (15/6/2022) Karantina Pertanian Padang melalui Wilayah Kerja Bandara Internasional Minangkabau, melakukan pemeriksaan pada komoditas cicak yang akan diekspor. Setelah melakukan pemeriksaan diketahui kondisi fisik baik, jumlah sesuai dengan permohonan.

Demikian juga dengan kemasannya yang utuh sehingga dapat dilakukan sertifikasi dengan menerbitkan sertifikat karantina berupa Surat Keterangan untuk Bahan Asal Hewan (KH-12). Dia pun mengingatkan para pengguna jasa jika ingin mengekspor komoditas hewan agar memenuhi syarat perkarantinaan. Untuk menjaga adanya penyakit pada media pembawa tersebut. (feb/ndi/rep/K5)