Lebih Dari 2.000 Pemudik Ke Jepara, Akan Disiapkan 6.000 Tes Sweb

4 Mei 2021

JEPARA - Pemerintah pusat hingga daerah secara resmi sudah melarang masyarakat untuk melakukan mudik lebaran. Berbagi langkah pun telah ditempuh untuk menyukseskan hal tersebut. Akan tetapi, tidak sedikit warga yang tetap nekat melakukan mudik lebaran.

Berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintah pusat, jumlah masyarakat yang nekat mudik mencapai tujuh persen.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengantisipasinya dengan berbagai langkah.

Bupati Jepara Dian Kristiandi memprediksi jumlah pemudik yang masuk Kota Ukir sebanyak 2.000 orang lebih. Hal ini didasarkan dari jumlah warga Jepara yang berada di tanah rantau lebih dari 10 ribu orang.

Andi tidak menampik bahwa banyak warganya tetap mudik dari tanah rantau. Untuk itu, pihaknya meminta semua petugas di PPKM Mikro melakukan pendataan kepada setiap pemudik di tempatnya.

”Makanya kami minta semua petugas di tim PPKM Mikro untuk melakukan pengecekan dan pencatatan serta kesiapan temen-teman kesehatan. Sehingga mampu mendeteksi mereka yang nekat pulang,” katanya (3/5).

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Mundrikatun, mengatakan telah menyiapkan 6.000 tes swab antigen untuk pemudik. Tes swab antigen bagi pemudik ini dilaksanakan di tiap-tiap puskesmas.

“Sepekan kami jadwalkan dua kali tes untuk pemudik. Sementara ini kami siapkan sekitar 6.000 (antigen), nanti kalau kurang ya, minta lagi ke provinsi,” sebut Mundrikatun.

Ia menjelaskan, untuk melacak pemudik yang sudah tiba di kampung halaman, pihaknya menggandeng kepolisian dan TNI. Para pemudik akan didata untuk dilaporkan kepada bidan desa.

“Setiap pelaku perjalanan wajib lapor dan didata oleh satgas desa bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” imbuh Mudrikatun. (Kan3)

Terkait