Luncurkan Si Pelem Keprok, Jateng Ingin Ciptakan Layanan dan Keterbukaan Informasi Publik Berkualitas

26 Juni 2021

SEMARANG - Sejalan dengan visi misi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang ingin menciptakan pelayanan dan keterbukaan informasi publik yang berkualitas di Jateng, berbagai inovasi ditelurkan dengan memanfaatkan media sosial dan optimalisasi _Internet of Things_ (IoT).

Dengan menerapkan prinsip mudah, murah, cepat dan menggunakan sistem digital, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menggalakkan reformasi birokrasi di segenap jajarannya. Selain itu, juga disinkronkan dengan program pemerintah pusat.

Terkait hal itu, Jumat (25/6), Pemprov Jateng meluncurkan Sistem Informasi Pelayanan Kehumasan dan Keprotokolan atau Si Pelem Keprok secara virtual.

Inovasi yang diinisiasi oleh Bagian Humas dan Protokol, Biro Umum Setda Provinsi Jateng ini merupakan pengembangan pengelolaan pelayanan kehumasan dan keprotokolan, yang sebelumnya masih dilaksanakan secara manual, parsial dan belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kini, pelaksanaan koordinasi internal itu diaplikasikan secara digital melalui kanal website Si Pelem Keprok di laman humas.jatengprov.go.id dan dapat diakses oleh masyarakat umum.

Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) Prasetyo Aribowo mengatakan, melalui sistem informasi digital itu harapannya dapat meningkatkan kinerja humas dan protokol Pemprov Jateng, utamanya dalam menyampaikan program dan kinerja pemerintah daerah kepada masyarakat.

“Peran humas dan protokol sangat strategis dalam menyampaikan program dan kinerja pemda pada khalayak, sekaligus menyiapkan tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan dalam sebuah acara resmi atau kenegaraan,” ungkap Prasetyo.

“Inovasi ini sangat relevan dengan _grand design_ reformasi birokrasi khususnya pada area tata laksana pemerintah berkelas dunia ( _world class government_) pada tahun 2025,” tambahnya.

Lebih lanjut Kepala Biro Umum Setda Prov Jateng Edy Supriyatna mengatakan, sistem ini dapat dikembangkan dan diadopsi oleh kabupaten/kota.

“Bila perlu sistem informasi ini dapat dijadikan model bagi prokompim (protokol komunikasi pimpinan) kabupaten/kota,” tutur Edy.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Provinsi Jawa Tengah sekaligus penggagas Si Pelem Keprok Lilik Henry mengatakan, ada beberapa fitur yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Di antaranya yaitu daftar agenda kegiatan pimpinan daerah provinsi, rilis berita pada setiap agenda kegiatan, pemetaan jumlah kunjungan dan agenda kegiatan, serta rekapitulasi hasil survei kepuasan pelayanan keprotokolan.

“Kita bisa mentracking, mengetahui kunjungan pimpinan di suatu daerah, karena selama ini agenda pimpinan masih dikelola secara manual dan belum memiliki database,” ucap Lilik.

Selain itu, lanjut Lilik, dapat menjadi sarana untuk mengoptimalkan mekanisme dan tata kerja organisasi. Adanya fitur ulasan juga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia para petugas.

“Dengan sistem ini, kita berusaha memberikan pelayanan yang humanis dan berintegritas. Koordinasi internal pun jadi lebih efisien,” tambahnya. (kan1)

Terkait