Mengenal Sebutan Haji Mabrur , Berikut Arti Dan Maknanya

25 May 2023
Foto : Bincang Syariah

KOTA SEMARANG - Musim haji kini telah dimulai. Pemerintah Indonesia mulai memberangkatkan jemaah haji ke Tanah Suci. Proses haji diharapkan lancar dan para jemaah bisa menjadi haji mabrur.

Mengenai istilah haji mabrur ini masih ada yang belum memahaminya. Seperti apa itu haji mabrur dan apa tanda-tanda seorang haji bisa dikatakan barur.

Dikutip dari laman resmi Kemenag di forum tanya jawab dijelaskan jika haji merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi orang yang sudah mampu atau telah memenuhi segala persyaratannya.

Para haji ingin mendapatkan haji mabrur, karena menurut sabda Rasulullah Muhammad SAW akan mendapat balasan surga.

Mangenai haji mabrur ini dijelaskan jika banyak pendapat dari para ulama.

Pendapat pertama yakni haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri kemaksiatan, dan kata al-mabrur itu diambil dari kata al-birr yang artinya ketaatan.

Dengan kata lain haji mabrur adalah haji yang dijalankan dengan penuh ketaatan, sehingga tidak tercampur dengan dosa. Pendapat ini menurut Muhyiddin Syarf an Nawawi, dipandang sebagai pendapat yang paling sahih.

Pendapat kedua, haji mabrur adalah haji maqbul (diterima) dan dibalas dengan al-birr (kebaikan) yaitu pahala. Sedang bukti bahwa haji seseorang itu maqbul atau mabrur adalah ia kembali menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak mengulangi perbuatan maksiat.

Ketiga, haji mabrur adalah haji yang tidak ada riya. Keempat, haji mabrur adalah haji yang tidak diiringi kemaksiatan.

Intinya haji mabrur adalah haji yang dijalankan dengan berbagai ketentuannya sesempurna mungkin.

Tanda-tanda haji mabrur yakni salah satu tanda haji mabrur adalah ia menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya, dan tidak mengulangi perbuatan maksiat atau dosa.