Minta Bertemu Ibu di Pulau Jawa, Bocah Ingusan Ternyata Jadi Korban Pencabulan Bapak Kandung dan Rekannya

11 Juli 2022
Ilustrasi pencabulan (pixabay.com)

AMBON - Dijanjikan untuk bertemu ibunya yang berada di pulau Jawa, seorang anak yang masih berusia 11 tahun diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan rekan ayahnya di Ambon Maluku. Belakangan diketahui, bapak kandungnya ternyata juga pernah melakukan perbuatan bejat itu kepada korban saat masih berusia 9 tahun.

Dikutip dari tribratanews.polri.go.id, Kasi Humas Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda. Moyo Utomo mengatakan terungkapnya kasus itu bermula saat A yang merupakan ayah kandung korban mengetahui anaknya menjadi korban pencabulan rekannya OR. Karenanya, dia melaporkan pelaku kepada pihak Kepolisian.

Namun, dari hasil penyelidikan dan pengakuan korban, dia pernah di perkosa ayahnya sendiri. Korban juga mengaku diperkosa oleh OR yang merupakan rekan ayahnya.

"Setelah didalami dari penyidik dan pendamping ternyata ada kejanggalan sehingga ditelusuri ternyata ada pengakuan dari korban ini pernah diperkosa dari orang tua yaitu bapak kandungnya," kata Ipda Moyo.

Menurut Ipda Moyo, perbuatan bejat bapak kandung itu dilakukan sejak korban masih berusia 9 tahun di rumah. Kemudian yang keduanya itu usia 11 tahun yang dilakukan OR dilakukan penginapan.

Adapun modus yang digunakan pelaku OR, kata Ipda Moyo, dengan berjanji akan membawa korban bertemu ibunya di Pulau Jawa. Korban yang memang sangat menginginkannya itu, kemudian diperkosa pelaku.

"Karena korban ini ingin pulang ke ibunya karena domisili ibunya kan di Jawa. Sehingga OR membujuk rayu akan mengantarkan kemudian dilakukan itu kepada korban," kata Ipda. Moyo.

Terkait itu, Kapolda Maluku, Irjen. Pol. Drs. H. Lotharia Latif memastikan pemulihan trauma terhadap korban. Sebab, itu kini menjadi salah satu yang dikedepankan oleh pihak Kepolisian.

"Lakukan trauma healing kepada mereka yang menjadi korban kekerasan seksual," ungkap Kapolda Maluku, Minggu (10/7/2022).

Kapolda Maluku menekankan perspektif penyidik tidak boleh hanya terpaku kepada pelaku. Pemulihan anak korban kekerasan seksual juga sangat penting.

"Agar penyidik tidak hanya memproses tegas pelakunya, tapi juga dapat melindungi anak yang menjadi korban persetubuhan. Tak kalah penting identitasnya juga lindungi, tak boleh disampaikan ke publik," tegas Kapolda Maluku.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku yakni A yang merupakan ayah korban dan OR telah ditangkap dan diamankan di tahanan Polresta Ambon. Pelaku OR ditangkap pada Jumat (1/7) lalu, kemudian polisi lanjut menangkap pria A pada keesokan harinya, Sabtu (2/7). (TBN/K5)

Terkait