Miris! Bocah 15 Tahun di Semarang Ahli Melakukan Pencurian Susu Bayi

12 Juni 2021

SEMARANG - Sungguh merupakan peristiwa miris ketika anak dibawah umur melakukan tindakan kriminal dimana hal tersebut sangat merugikan dirinta sendiri.

Bocah berinisial DS (15) merupakan sindikat pencurian susu bayi di Kota Semarang.

Ia merupakan warga Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Ia diketahui beraksi menyasar di sejumlah minimarket. Pelaku ditangkap karyawan minimarket selepas melakukan aksinya di Indomaret Gajah 124, Jalan Gajahraya, Gayamsari.

Karyawan toko, Sulton menjelaskan, aksi pelaku dilakukan, Jumat (11/6) sekira pukul 18.23 WIB. Pelaku masuk sendirian dengan membawa tas ransel warna cokelat.

Ketika itu, dia dan kepala toko sedang sibuk melayani antrian pembeli di meja kasir.

Tak butuh waktu lama, hanya satu menit, pelaku sudah keluar toko atau tepatnya pukul 18.24.

"Saya sudah curiga dengan gelagat pelaku. Saya pun berlari ke rak khusus susu. Benar saja 4 dus susu hilang," ujarnya, Sabtu (12/6).

Dia melanjutkan, selepas tahu susunya dicuri pelaku lalu dikejar. Pelaku sempat lari ke gang Gajah Timur yang berada persis di sisi selatan toko. Dia pun kejar-kejaran dengan pelaku sekira 20 meter.

Setelah berhasil ditangkap, pelaku sempat mengelak namun ada bukti kuat berupa susu di tas dan jaket. Dia menduga pelaku ada dua orang namun yang tertangkap hanya satu orang.

"Saya bawa pelaku ke Toko dulu untuk memeriksanya," terangnya. Dilansir dari tribunjateng.com.

Dia menyebut, susu bayi yang dicuri berupa Dancow 900 gram sebanyak tiga dus dan Bebelac 1000 gram. Kerugian toko sekira Rp500 ribu.

"Tiga susu ditaruh di tas. Satu susu ditaruh di jaket. Pelaku sangat lihai beraksi hanya 1 menit," jelasnya.

Dia menambahkan, kecurigaan terhadap pelaku berawal dari tas ransel warna cokelat yang biasa digunakannya beraksi. Pasalnya beberapa kali aksi pelaku terekam di kamera CCTV dengan membawa tas tersebut. Contohnya saat pelaku mencuri di Indomaret Rejosari dan Fatmawati menggunakan tas itu.

"Jadi pelaku ini spesialis pencuri susu bayi mahal di minimarket," jelasnya.

Menurutnya, video aksi pencurian pelaku sudah tersebar di media sosial dan grup karyawan minimarket. Maka saat pelaku beraksi menggunakan tas itu dapat dideteksi.

"Sebelumnya pelaku sudah tertangkap dua kali di Banyumanik namun tak kapok malah beraksi di sini. Minggu lalu juga beraksi di Indomaret Kedungmundu, ada rekaman CCTVnya," katanya.

Dia mengatakan, menyerahkan pelaku ke ketua RT setempat. Warga lalu membawa pelaku ke Polsek Gayamsari.

"Pelaku memang sempat mendapat salam olahraga oleh para warga tetapi lekas diamankan Pak RT," imbuhnya.

Pihaknya sangat dirugikan atas kejadian itu. Lantaran setiap barang yang dicuri harus diganti oleh karyawan toko. Namun pihak kepolisian tak meneruskan hukum karena pelaku masih dibawah umur.

"Pelaku ini sudah sering nyuri susu baru kali ini bisa ditangkap. Pengennya sih dihukum saja biar kapok dan ga ngulang lagi," tuturnya.

Karyawan toko lain, Rudi mengaku, pelaku kabarnya anak yatim piatu warga Taman Lele, Tambakaji, Ngaliyan.

"Ya katanya anak yatim piatu. Kabar di media sosial susu dicuri untuk anaknya itu salah," ucapnya.

Di sisi lain, dia menjelaskan, Jalan Gajah menjadi zona merah aksi pencurian menyasar minimarket. Banyak kejadian pencurian terjadi di kawasan itu. Paling heboh mantan dosen curi shampo dan handbodi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beberapa waktu lalu.

"Kami harap pihak kepolisian gencar melakukan operasi rutin sebagai antisipasi atau membuat para pelaku takut beraksi di kawasan sini," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Gayamsari Kompol Moch Adimas P mengatakan, kasus itu diselesaikan secara restorasi justice mengingat pelaku masih di bawah umur.

"Ya kami tempuh restorasi justice, ini juga masih mencari keluarganya," katanya. (Hap/kan3)