Modus Minta Pijat, Oknum Guru Ngaji Cabuli Santrinya Sambil Tonton Video Panas

13 Juli 2022
Ilustrasi pencabulan/pixabay

MOJOKERTO - Tiga orang anak di bawah umur, diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan guru ngajinya di Mojokerto. Modusnya, pelaku meminta dipijat namun justru mencabuli korban sambil pertontonkan video panas.

Dikutip dari tribratanews.polri.go.id, penyidik Satreskrim Polres Mojokerto menetapkan RD menjadi tersangka. Dia diduga telah mencabuli tiga santrinya yang masih di bawah umur.

“Korban itu masih sekolah, dua kelas 6 SD, sedangkan lainnya kelas 2 MTS,” terang Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar, Rabu (13/7/22).

Menurut Kapolres, aksi bejat itu dilakukannya tersangka pada awal Februari 2022 sekitar pukul 17.00 WIB ketika para korban tengah mengaji di TPQ. Dari pengakuan tersangka, mereka dipanggil masuk ke dalam ruangan atau kamar.

"Setelah para korban masuk ke dalam kamar, mereka diminta untuk memijat. Tidak lama kemudian, salah satu dari mereka diminta untuk keluar sehingga tinggal 1 orang,"ujarnya.

RD, kata Kapolres, kemudian menanyakan kepada korban, mereka sudah akil baligh atau belum. Ironisnya, pelaku memutar video panas dan dipertontonkan kepada korban dan mencabulinya.

"Bukannya berhenti, setelah selesai melakukan aksi bejatnya, pelaku menyuruhnya untuk memanggil korban lainnya. Setelah masuk, korban kedua diperlakukan sama seperti sebelumnya," jelas Kapolres Mojokerto.

Kapolres menambahkan, terduga pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat (1), (2) UU nomor 17 tahun 2022. Dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara atau denda hingga Rp 5 miliar.

"Jika pencabulan tersebut dilakukan oleh tenaga pendidik maka pidananya ditambah 1/3," pungkas Kapolres Mojokerto. (TBN/K5)

Terkait