Pegiat Sosial Eko Kuntadhi Hina Ning Imaz, Ustadzah NU Asal Pesantren Lirboyo

15 September 2022
Usadzah asal Pesantren Lirboyo Kediri, Ning Imaz saat menjadi pembicara dalam sebuah acara. Namanya menjadi pembicaraan setelah mendapat hinaan dari pegiat medi

KEDIRI - kanal9.id - Nama Pondok Pesantren Lirboyo dan Ustadzah Ning Imaz jadi pembicaraan netizen.

Bahkan Lirboyo menjadi trending di Twiiter.

Pemicunya karena pegiat sosial Eko Kuntadhi melakukan penghinaan terhadap Ning Imaz.

Eko Kuntadhi menghina lewat ucapannya di akun Twitternya.

Namun twit tersebut kemudian dihapus, dan Eko Kuntadhi meminta maaf.

Ustadzah asal Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Ning Imaz menjadi pembicaraan netizen di dunia maya.

Profilnya banyak dicari setelah videonya viral setelah usai dikomentari oleh pegiat media sosial Eko Kuntadhi.

Dalam komentarnya, Eko Kuntadhi menuliskan kata-kata kotor yang menghina Ning Imaz.

Hal ini langsung menuai banyak komentar dari para netizen.

Sebagian netizen meminta agar polisi bergerak cepat menangkap Eko Kuntadhi karena dianggap telah melanggar UU ITE.

Selain itu, netizen juga mempertanyakan Banser NU yang dianggap diam saat istri pimpinan Ponpes NU tersebut dihina oleh Eko Kuntadhi.

@Liwarlangkar3

Banser pada mingkem ??

Anak Pimpinan Lirboyo lho yg dihina,

Cba kalo yg lain bukan si kuntet yg mnghina baru Banserep kepanasan,

Gini amat jd Loreng HDC

@bigwin_selaluu

Tunggu laporan Banzer ke Bareskrim... Biasanya langsung ditindak lanjuti kalau banzer yang lapor .... Nangis darah si ekokumpret ??????

Lalu siapa sebenarnya Ning Imaz?

Ustadzah Ning Imaz merupakan ustadzah yang aktif berdakwah di media sosial dan mengisi beberapa kajian.

Baru-baru ini, Ning Imaz mendapat hinaan dari penggiat media sosial, Eko Kuntadhi soal tafsir Surat Ali Imran ayat 14. Bagaimana ceritanya?

Simak informasi selengkapnya beserta profil Ning Imaz.

Dilansir situs Nahdlatul Ulama (NU) Online, Ning Imaz memiliki nama lengkap Ning Imaz Fatimatuz Zahra.

Berikut ini data pribadi Ning Imaz, Ustazah Ponpes Lirboyo.

  • Anak dari pasangan almaghfurlah KH Abdul Khaliq Ridwan dan Nyai Hj Eeng Sukaenah
  • Cucu dari pengarang kitab Siraj ath-Thalibin, Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Al-Jampasy
  • Istri dari Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Kaliwungu Kendal, Gus Rifqi Muslim Suyuti.

Ning Imaz sudah menekuni ilmu fiqih sejak duduk di bangku Tsanawiyah (SMP).

Ia juga aktif dalam Forum Bahtsul Masail, yakni diskusi antar ahli keilmuan Islam, di mana fokus utamanya fikih di lingkungan pesantren-pesantren yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Ning Imaz menjadi pengisi kajian tetap "Suara Muslimah" di kanal Youtube NU Online.

Salah satu pembahasan yang pernah dimuat yakni soal suara perempuan yang sering dianggap aurat.

Eko Kuntadhi, salah satu penggiat media sosial diketahui melakukan penghinaan terhadap Ning Imaz.

Insiden itu berawal dari Eko yang mengunggah potongan video Ning Imaz soal tafsir Surat Ali Imran ayat 14, ke akun Twitter miliknya.

Tak hanya video, Eko pun menulis sesuatu terkait potongan video tersebut. Namun, cuitan Eko tersebut sudah dihapus.

Tanggapan Eko Kuntadhi Soal Kasus Penghinaan

Eko Kuntadhi mengatakan ia tidak tahu bahwa sosok yang ada dalam video tersebut adalah Ning Imaz.

Ia juga tidak memperhatikan caption yang dianggap menghina Ning Imaz.

Ia mengaku hanya mengunggah ulang video tersebut

"Yang pertama, saya memang tidak tahu. Yang kedua, ketika saya melihat videonya, saya memang tidak memperhatikan caption-nya. Saya perhatikan kontennya. Yang masalah itu caption depannya, saya dapat dari Twitter atau WA, saya lupa," kata Eko Kuntadhi, Rabu (14/9/2022).

Eko pun sudah menghapus tulisan di akun Twitternya.

Dia juga telah meminta maaf kepada Gus Rifqil Muslim, suami Ning Imaz.

"Jadi saya twit malam, saya tidur. Pagi-pagi ada yang telepon. Langsung saya take down. Tapi sudah kesebar ke mana-mana. Saya sudah minta maaf ke Gus Rifqil Moeslim, suami Ning Imaz," kata Eko, Rabu (14/9/2022).

Di samping itu, Eko juga akan berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo untuk mengklarifikasi lebih lanjut. (k21)