Penguncian Covid-19 di Turki Dilanjutkan Sampai Dua Minggu Pertama Ramadan

14 April 2021
Foto: cnnindonesia.com

ANKARA - Turki mengumumkan penguncian parsial selama dua minggu untuk membantu mengekang peningkatan virus corona baru di negara itu, Selasa (13/4) waktu setempat.

Kebijakan Pemerintah Turki itu diumumkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan usai pertemuan kabinet selama tiga jam. Erdogan mengatakan langkah-langkah baru terhadap virus tersebut akan mulai berlaku, Rabu (14/4) malam, dan berlanjut selama dua minggu pertama bulan suci Ramadan.

Di antara pembatasan baru yang dibelakukan, jam malam pada hari kerja akan diberlakukan mulai pukul 19.00, di mana sebelumnya dimulai pada pukul 21.00 dan akan berlangsung hingga jam 5 pagi. Perjalanan antar kota juga akan dilarang, kecuali untuk situasi yang mendesak.

Kafe, restoran, dan kedai teh juga hanya akan menyediakan layanan pengantaran ke rumah dan dibawa pulang, sementara aula pernikahan, pusat olahraga, dan ruang permainan akan ditutup hingga akhir liburan Idul Fitri.

Turki telah memulai kampanye vaksinasi Covid-19 massal pada 14 Januari lalu, dimulai dengan petugas kesehatan bersama dengan pejabat tinggi untuk mendorong kepercayaan publik terhadap vaksin tersebut.

Menurut angka resmi Kementerian Kesehatan, Turki sejauh ini telah memberikan hampir 19,18 juta suntikan vaksin virus korona di seluruh negeri.

Lebih dari 11,48 juta orang hingga saat ini telah menerima dosis vaksin pertama mereka untuk melawan virus corona baru, sementara dosis vaksin kedua diberikan kepada hampir 7,69 juta. (rmol/kan1)

Terkait