Perbedaan Haji Furoda dan ONH Plus Yang Masyarakat Salah Membedakannya

25 May 2023
Foto : Detik.com

KOTA SEMARANG - Banyak orang mungkin bertanya-tanya, apa perbedaan jemaah haji Furoda dan ONH plus. Berikut penjelasannya, seperti dikutip dari Detik.com.

Masa waiting list atau daftar tunggu pemberangkatan jemaah haji di Indonesia mencapai puluhan tahun. Misalnya untuk daftar tunggu di Jakarta mencapai 55 tahun.

Ada solusi untuk jemaah yang tak ingin menunggu keberangkatan terlalu lama. Yaitu, dengan memilih ONH Plus atau Haji Furoda.

ONH Plus atau Ongkos Naik Haji Plus merupakan haji kuota pemerintah dengan masa tunggu 5 sampai 7 tahun, sesuai dengan kuota daerah masing-masing. Haji ini merupakan kuota pemerintah yang sifatnya lebih cepat atau percepatan.

Haji Furoda menggunakan visa mujamalah yang didapat langsung dari pemerintah Arab Saudi. Jemaah tersebut bisa langsung berangkat di tahun yang sama saat dia mendaftar. Biaya untuk haji furoda pada tahun ini adalah 20.000-25.000 USD atau sekitar sekitar Rp 297 juta-Rp 371 juta.

Sementara, fasilitas antara haji furoda dan ONH Plus tak terpaut jauh, hanya percepatannya lah yang membuat harga furoda jauh lebih mahal.

Menurut UU no 8 tahun 2019 pun, PIHK hanya memberangkatkan Jemaah Haji Khusus yang terdaftar dan yang telah melaporkan kepada Menteri.

Berikut fasilitas yang diterima oleh jemaah Haji Furoda:

1. Tidak perlu antri seperti haji reguler

2. Visa Haji Resmi (terdaftar online pada aplikasi e-Hajj Saudi Arabia dengan Tasreh khusus ibadah Haji).

3. Hotel Bintang 5.

4. Maktab Haji Khusus Furoda (96).

5. Hotel Transit di Mina

6. Tenda AC di Arafah

7. Pesawat Saudi Airlines Direct Jeddah

8. dan beragam fasilitas lainnya.

Mengutip CNBC, ini fasilitas yang diterima jemaah ONH Plus:

1. Jadwal keberangkatan lebih cepat

2. Lokasi penginapan ONH Plus biasanya jauh lebih dekat sedangkan Haji Reguler biasanya berlokasi 3-5 km dari Masjidil Haram

3. Fasilitas hotel ONH Plus lebih banyak

4. Kebutuhan akomodasi dan konsumsi jemaah Haji ONH Plus ditanggung pihak penyelenggara. Sementara konsumsi jemaah Haji Reguler menjadi tanggungan pribadi

5. Jemaah mendapatkan bimbingan haji yang lebih intensif dan eksklusif.