Peringati May Day, 18 Perusahaan di Batang Santuni Karyawan dan Warga Kurang Mampu

2 Mei 2021

BATANG - Ada yang istimewa dari pelaksanaan hari buruh internasionl 1 Mei tahun ini. Khususnya di Kabupaten Batang. Karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan, peringatan May Day tahun ini dimanfaatkan sejumlah perusahaan besar di Kabupaten Batang untuk memberikan santunan kepada karyawan dan warga kurang mampu di sekitar perusahaan.

Bupati Batang Wihaji ikut berbangga hati dengan kiprah para perusahaan tersebut. Wihaji menyampaikan, santunan itu diberikan oleh perusahaan-perusahaan di tengah pandemi Covid-19 kepada para pekerjanya yang belum beruntung. .

“Alhamdulillah tadi ada 18 perusahaan yang mengapresiasi dalam bentuk sepeda, beasiswa, gawai android dan uang tunai untuk para pekerja maupun keluarganya yang termasuk yatim piatu dan janda,” katanya usai menggelar buka puasa bersama Apindo dan SPSI, di Rumah Dinas Bupati, Kabupaten Batang, Sabtu (1/5).

Dijelaskannya, santunan itu diberikan agar peringatan tersebut lebih terasa manfaatnya bagi para pekerja dan keluarganya.

“Itu sesuai dengan temanya “May Day is Build Together” (May Day Dibangun Bersama). Di Batang pun sama, selama ini selalu bersineegi dan guyub rukun antara pekerja, perusahaan dan penerintah daerah,” jelasnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Batang Suprapto mengatakan, peringatan May Day tahun ini sengaja digelar secara sederhana, karena masih ditengah pandemi. Terlebih suasananya pun bulan suci Ramadan, maka setelah dirapatkan sebelumnya, Bupati pun berkenan menggelar peringatan tersebut dengan doa bersama di rumah dinas bersama perwakilan pekerja dan perusahaan.

“Kami persilakan perusahaan-perusahaan yang mampu untuk memberikan santunan yang diutamakan kepada pekerja yang duafa, warga kurang mampu dan yatim piatu di sekitar perusahaan,” terangnya.

Beberapa perusahaan yang memberikan santunan antara lain PT. Saritex Jaya berupa 232 paket sembako dan sarung, PT Bhimasena Power Indonesa (BPI) berupa uang tunai.

Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Apindo, Amir Hamzah menuturkan, kondisi pekerja di Kabupaten Batang masih tergolong kondusif, meskipun saat ini masih pandemi, mengakibatkan ketersendatan di bidang produksi.

Jumlah anggota Apindo di Kabupaten Batang, seperri dikutip dari berita.batangkab.go.id, terdapat 30 perusahaan yang telah bergabung.

“Perusahaan besar seperti Primatexco saja mengalami sedikit gangguan, tapi tidak sampai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawannya. Cuma dalam satu bulannya mengurangi jam kerja selama enam hari,” ungkapnya. (Kan3)

Terkait