PNBP Imigrasi Capai Rp4 Triliun, Pemasukan Tertinggi dari Layanan Visa

4 Desember 2022
Foto : Istimewa

KABUPATEN PEMALANG - Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Direktorat Jenderal Imigrasi mencapai angka Triliunan Rupiah. Sedangkan pemasukan tertinggi berasal dari layanan visa.

Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Widodo Ekatjahjana di Batam mengatakan hingga Kamis 1 Desember 2022, pemasukan PNBP yang diperoleh pihaknya mencapai Rp4 Triliun. Dari jumlah itu, pemasukan tertinggi berasal dari layanan visa yang mencapai Rp1,8 Triliun.

"Jumlah itu, tentu saja meningkatkan PNBP tahun 2022 ini,"katanya.

Menurut Widodo, peningkatan yang signifikan itu, tentu harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk optimalisasi penegakan hukum keimigrasian. Pengelolaan PNBP harus tepat guna dan tidak digunakan secara eksesif untuk hal-hal yang tidak esensial.

Widodo mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, ada potensi loss PNBP sekitar Rp3 Triliun per tahun. Itu, disebabkan adanya penerapan kebijakan bebas bisa kunjungan bagi 169 negara sebelum pandemi Covid-19.

"Akan tetapi, dengan diterapkannya penangguhan pemberian BVK dan penerapan Visa on Arrival bagi negara-negara tersebut sejak masa pandemi, PNBP Direktorat naik hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan realisasi target PNBP tahun lalu,"ujarnya.

Capaian pendapatan itu, kata Widodo, adalah indikator fungsi Imigrasi sebagai fasilitator pembangunan ekonomi masyarakat. Adapun realisasai PNBP berdasarkan OMSPAN per 30 November 2022 pukul 19.49 WIB sebesar Rp4,03 Triliun, dengan rincian, Paspor Rp1,2 Triliun, Visa Rp1,7 Triliun, Izin Tinggal Rp948 Miliar, Kim Lainnya Rp106 Miliar.

“Realisasi belanja kita sejauh ini hanya fokus di pelayanan. Padahal untuk wilayah kerja keimigrasian yang memiliki wilayah laut seperti Kepri, fokus di pengawasan juga dibutuhkan. Karenanya, Ditjen Imigrasi menganggarkan untuk 10 kapal patroli di 2023,”tuturnya.

Sementara itu, Imigrasi Pemalang tahun ini hingga November sudah menghadirkan pendapatan negara bukan pajak lebih dari Rp11 M. Itu, diperpleh melalui pelayanan keimigrasian seperti paspor dan izin tinggal.

"Angka ini termasuk angka yang cukup tinggi mengingat 2 tahun belakangan ini kita berusaha bangkit dan pulih dari masa keterpurukan Pandemi covid-19,"ujar Arvin Gumilang selaku Kepala kantor imigrasi Pemalang. (K5/K5)

Terkait