PPKM Diperpanjang, Ganjar : Bantuan Harus Digas Agar Segera Tersalurkan!

22 Juli 2021

SEMARANG - Keputusan PPKM Darurat yang diperpanjang membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo harus memastikan bantuan yang sudah terprogram dan harus segera disalurkan ke masyarakat.

Total anggaran dari bantuan ini mencapai Rp 418,8 miliar dari APBD Provinsi Jateng dan Rp 4,7 triliun dari APBN. Menurut Ganjar, melalui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), anggaran-anggaran tersebut sudah disiapkan tahun ini dan telah digunakan sedikit sebagai bantuan sosial antisipasi dampak PPKM.

“Sudah ada alokasinya. Umpama sisi infrastruktur, ada sumbangan listrik untuk alokasi 15.000 KK. Pembangunan rehab dan distribusi rumah korban bencana alokasi 327 unit. Dari ini saja, ada Rp 12,8 miliar dan saya minta bisa ditambah,” ujar Ganjar.

Kemudian ada bantuan juga dari sisi sosial yang totalnya sebesar Rp 381,8 miliar anggaran dari Pemprov Jateng dan Rp 2,4 triliun dari APBN. Anggaran dari pemprov ini digunakan untuk tujuh kegiatan yaitu di dinas kesehatan, P3AP2AKB, dinas sosial, dinas pendidikan, dan biro kesra.

Alokasi tersebut diantaranya untuk program jambanisasi, alat bantu produksi, Kartu Jateng Sejahtera, beasiswa untuk siswa kurang mampu, hibah Keme nag, dan lainnya.

“Untuk anggaran dari pusat itu ada tujuh kegiatan. Di antaranya BLT Dana Desa, bansos PKH, BPNT, BST dan bantuan beras untuk 7,6 juta KK,” sebut Ganjar dilansir dari jawapos.com.

Selanjutnya, telah disiapkan dari sisi ekonomi yaitu sebesar Rp 24,1 miliar dari APBD Provinsi sebagai anggaran untuk bantuan yang diberikan kepada BBM nelayan, asuransi nelayan, paket olahan ikan, cadangan beras, dan bansos paket peternakan. Lalu, bantuan dari sisi ekonomi lainnya dari APBN dengan total Rp 2,2 triliun.

Diketahui, anggaran APBN untuk bantuan produktif usaha mikro dengan target 2,8 juta UKM yang saat ini sudah terealisasi 1,1 dengan masing-masing mendapat Rp 1,2 juta. Tak hanya itu, ada juga Kartu Prakerja untuk 350.000 orang dengan jumlah sudah terealisasi sebanyak 194.718 orang.

“Ini yang saya maksud harus digas agar segera tersalurkan,” tandas Ganjar.

Tak hanya memastikan bantuan-bantuan tersebut dapat segera tersalurkan dengan baik, Gubernur Jateng dan sejumlah OPD di lingkungan Pemprov Jateng saat ini tengah menyusun strategi refocusing.

Beberapa usulannya adalah bantuan sosial dialokasikan untuk 133.555 KK yang masing-masing akan menerima Rp 200 ribu. Bantuan akan diberikan untuk pedagang, sopir, tukang ojek, biaya transporter, dan lainnya.

Ada juga usulan bansos untuk 157.795 UKM yang terdampak Covid-19. Bantuan dinas ketahanan pangan sekitar Rp 3,3 miliar untuk petani. Distanbun memberikan bantuan untuk 5.708 kelompok tani. Kemudian, disperindag mengusulkan bantuan produk bahan baku industri bagi 3500 IKM.

“Dari disporapar juga mengusulkan bantuan sembako bagi 12.586 pelaku pariwisata yang terdampak PPKM. Jadi kira-kira kita siapkan Rp 143,5 miliar,” imbuh Ganjar. (Sal/Kan3)