Sebelum Belanja di Pusat Oleh Oleh Khas Semarang, Sebaiknya Eksplorasi Dulu SederetBangunan Bersejarah di Kawasan Kota Lama

12 February 2024
Museum Kota Lamabagi yang Ingin mempelajari sejarah Kota Semarang. Lokasinya di Jalan Cendrawasih Nomor 1a, Purwodinatan

kanal9.id - Dari dulu, Jalan Pandanaran Semarang memang sudah menjadi pusat oleh oleh makanan khas Semarang. Mau cari apa saja di sepanjang ruas jalan itu, semua ada.

Jika mencari tahu bakso Ungaran, misalnya, di toko A habis, tinggal bergeser di toko sebelah. Ya, namanya saja Jl Pandanaran itu pusat oleh oleh khas Semarang, tentu para pemasok atau produsen beragam jenis kuliner di sana tentu memiliki stok berlebih.

Terlebih lagi pada weekend atau hari-hari libur nasional, stok di sederetan toko pusat oleh oleh khas Semarang itu pasti sudah dikasih lebih dari stok hari-hari biasa.

BACA JUGA: Aplikasi Motion Banking Terdaftar OJK, Ada Hadiah Rp25 Ribu/Satu Redeem ke Rekening atau Saldo DANA

Namun sebaiknya saat berada di Kota Semarang Anda eksplorasi terlebih dahulu deretan bangunan bersejarah di Kawasan Kota Lama Semarang.

kanal9.id melansir laman resmi Disbudpar Kota Semarang, yakni pariwisata.semarangkota.go.id, mencoba memandu para turis jika ingin berwisata ke Kota Semarang, terutama terkait apa saja yang layak dieksplorasi di Kawasan Kota Lama Semarang.

Memang di Kawasan Kota Lama sendiri juga banyak bangunan bersejarah dan ikonik. Ini deretan bangunan bersejarah dan ikonik di kawasan Kota Lama Semarang:

1. Gereja Blenduk
Gereja Blenduk dibangun 1753 oleh Bangsa Portugis. Gereja Blenduk merupakan salah satu ikon Kota Lama Semarang. Keunikan gereja ini adalah atap yang berbentuk kubah setengah bola. Nama blenduk mengacu ke bentuk atap gereja itu, yang diambil dari bahasa Jawa mblenduk, artinya menonjol atau menggelembung.

Nama asli Gereja Blenduk adalah GPIB Immanuel. Gereja ini dibangun pada 1753 oleh Bangsa Portugis, usianya 270 tahun. Awalnya Gereja Blenduk berbentuk rumah panggung Jawa. Kemudian, rumah ibadah ini dibangun ulang oleh Belanda dengan gaya neo klasik.

2. Taman Srigunting
Tepat berada di sisi timur Gereja Blenduk, kamu bisa menjumpai taman yang tertata rapi dan indah. Namanya, adalah Taman Srigunting. Banyak wisatawan yang menjadi Taman Srigunting sebagai spot foto dengan latar belakang Gereja Blenduk.

Tidak banyak yang tahu, Taman Srigunting dulunya merupakan area yang digunakan sebagai tempat baris-berbaris para tentara Belanda. Pada 1970 hingga awal 1980, pembangunan taman mulai dilakukan, namun belum terbuka untuk umum. Pada 2001, Taman Srigunting menjadi ruang terbuka hijau bagi publik.

3. Semarang Contemporary Art Gallery
Galeri seni kontemporer ini, menempati gedung tua dua lantai yang lokasinya tidak jauh dari Taman Srigunting. Gedung tersebut dibangun pada 1822, serta dulunya menjadi tinggal seorang pastur yang kemudian beralih fungsi.

Meski sudah beralihfungsi dan direnovasi beberapa kali, bangunan ini masih mempertahakan desain klasiknya. Jika berkunjung ke Semarang Contemporary Art Gallery, bisa menjumpai berbagai karya seni, mulai dari lukisan, patung, sketsa, dan lainnya.

4. Spiegel Bar and Bistro
Daya tarik Spiegel Bar and Bistro adalah bangunan kafe yang bergaya Eropa klasik. Lokasinya tepat berada di depan Taman Srigunting dan di samping Gereja Blenduk. Usianya diperkirakan mencapai 124 tahun. Sebelum digunakan sebagai kafe, bangunan tua ini terbengkalai, ditumbuhi tanaman liar, dan banyak retakan di dinding. Namun, sekitar 2013, bangunan tersebut direnovasi. Kemudian, pada 2015 gedung ini dijadikan sebuah kafe bernama Spigel Bar and Bistro.

5. Gedung Marba
Gedung Marba adalah bangunan tua ikonik di Kota Lama Semarang dengan ciri khas berwarna merah. Sekilas, Gedung Marba mirip dengan Toko Merah yang ikonik di Kota Tua Jakarta.

Lokasinya berada tak jauh dari Taman Srigunting dan Gereja Blenduk. Gedung ini dibangun oleh saudagar kaya dari Yaman, bernama Marta Badjunet. Untuk mengenang jasanya, gedung ini pun diberi nama Marba yang tak lain merupakan singkatan nama sang saudagar. Gedung Marba merupakan objek wisata fotografi di Kota Lama Semarang. Wisatawan bisa menikmati keindahan arsitektur bangunan dari luar gedung, atau sekadar berfoto dengan latar belakang Gedung Marba.

Selain Gedung Marba, ada sejumlah gedung tua peninggalan kolonial Belanda lainnya di Kota Lama Semarang, seperti Gedung Asuransi Jiwasraya dan Gedung Bank Mandiri. Wisatawan bisa berfoto dengan latar belakang gedung tua tersebut dari luar, lantaran bangunan tersebut menjadi kantor.

6. Old City 3D Trick Art Museum
Sekitar 50 meter ke arah kanan dari Gereja Bleduk, ada destinasi wisata yaitu Old City 3D Trick Art Museum. Tempat wisata tersebut menawarkan sekitar 108 latar foto tiga dimensi, yang dibagi dalam empat ruangan dengan tema berbeda-beda.

Meliputi, bangunan khas Semarang, budaya Semarang, tokoh nasional, dan beberapa karakter dalam film layar lebar. Selain itu, ada spot foto Omah Kwalik atau rumah terbalik. Sama seperti namanya, seluruh barang-barang di spot foto ini disusun secara terbalik.

7. Pasar Klitikan
Bagi pencinta barang-barang antik, sebaiknya tidak melewatkan kunjungan ke Pasar Klitikan. Kamu bisa menjumpai beragam barang antik mulai dari senjata perang, mesin tik, televisi, radio, hiasan dinding kuno, hingga kendaraan tua.

Tak harus membeli, wisatawan diperbolehkan mengambil foto di pasar dengan nuansa zaman dahulu ini. Pasar barang antik tersebut, berawal dari pemikiran para pencinta barang antik untuk membuat tempat jualan barang-barang kuno di Semarang, hingga akhirnya terbentuk Pasar Klitikan.

8. Museum Kota Lama
Ingin mempelajari sejarah Kota Semarang? Maka datanglah ke Museum Kota Lama yang berlokasi di Jalan Cendrawasih Nomor 1a, Purwodinatan, Kota Semarang.

Di museum ini, kamu akan menyaksikan sejarah Kota Semarang sejak 1547 serta perkembangannya hingga saat ini. Museum Kota Lama menggunakanteknologi imersif, yang dapat membawa pengunjung seolah masuk ke dalam dunia nyata dan digital. Koleksi museum ini antara lain artefak kuno. Museum Kota Lama berada di bekas air mancur Bubakan Semarang.

Demikian artikel mengenai Jl Pandanaran yang menjadi pusatnya Pusat Oleh Oleh Khas Semarang. Namun Anda akan rugi jika belum mengeksplorasi deretan bangunan bersejarah di Kawasan Kota Lama Semarang. Ayolah, tinggalah di Semarang barang 2-3 hari. Fokus di Kawasan Kota Lama, jangan-jangan Anda malah nggak mau pulang.***

Kontributor:

Terkait