Sekelumit Motor DKW (Dampf-Kraft-Wagen)

6 May 2023

SEMARANG - kanal9.id - Motor DKW (Dampf-Kraft-Wagen) adalah merek motor Jerman yang dibuat oleh pabrik otomotif DKW dari tahun 1916 hingga 1966. Nama DKW sendiri merujuk pada teknologi yang digunakan dalam mesinnya, yaitu mesin bensin yang digabungkan dengan mesin uap.

Awalnya, DKW memproduksi sepeda motor dengan mesin dua tak, kemudian pada tahun 1928 mereka meluncurkan motor 250cc berpendingin udara yang cukup sukses di pasar. Pada tahun 1932, DKW memperkenalkan motor tiga silinder pertamanya, yaitu DKW F1, yang kemudian menjadi populer di Jerman dan Eropa.

Selama periode 1930-an hingga 1950-an, DKW menjadi salah satu merek motor yang terkenal di Eropa dan Amerika Utara. Mereka juga meraih banyak kesuksesan dalam balap motor dan menghasilkan beberapa model motor yang terkenal seperti RT 125 dan Hummel.

Namun, pada tahun 1950-an, DKW mengalami masalah keuangan dan terpaksa diakuisisi oleh Auto Union, yang kemudian menjadi bagian dari Volkswagen Group. Pada tahun 1960-an, DKW kemudian digabungkan dengan merek motor lain dari Auto Union, yaitu Audi, Horch, dan Wanderer, untuk membentuk merek baru yang dikenal sebagai Audi.

Meskipun DKW tidak lagi diproduksi sebagai merek motor mandiri, namun warisan mereka tetap diingat dan dihormati oleh para penggemar motor klasik di seluruh dunia. Beberapa kolektor motor masih memelihara motor DKW klasik dan menggunakannya sebagai kendaraan yang langka dan bersejarah.

Setelah menjadi bagian dari Volkswagen Group, nama DKW digunakan sebagai merek untuk beberapa mobil kecil yang diproduksi oleh Audi pada tahun 1960-an. Salah satu mobil yang terkenal adalah DKW F102, yang kemudian dikenal sebagai Audi F102 setelah merek Audi menggantikan merek DKW pada tahun 1965.

Selain itu, teknologi yang dikembangkan oleh DKW dalam mesin dua tak dan tiga silinder juga terus digunakan oleh Volkswagen Group. Misalnya, mesin dua tak DKW digunakan dalam mobil NSU Prinz dan Wartburg, sementara mesin tiga silinder DKW digunakan dalam mobil Trabant.

Dalam sejarahnya, DKW juga dikenal sebagai salah satu merek motor yang menciptakan motor bertenaga rendah yang menjadi cikal bakal motor skuter modern. DKW juga dikenal sebagai salah satu merek motor pertama yang menciptakan motor balap dengan mesin tiga silinder.

Meskipun produksi motor DKW telah dihentikan selama beberapa dekade, namun pengaruh merek ini masih terasa hingga saat ini, terutama dalam dunia balap motor dan otomotif. Beberapa motor klasik DKW masih dipelihara dan dijaga oleh para kolektor dan penggemar motor klasik di seluruh dunia

Motor DKW pernah diperkenalkan di Indonesia pada awal tahun 1950-an. Pada saat itu, DKW diperkenalkan oleh perusahaan impor asal Belanda bernama NV Handel Maatschappij Mercurius. Motor DKW awalnya cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia pada saat itu, karena desainnya yang elegan dan bertenaga.

Namun, dengan munculnya merek motor Jepang seperti Honda dan Yamaha pada tahun 1970-an, pasar motor di Indonesia berubah drastis. Motor DKW menjadi semakin sulit untuk ditemukan, karena produsennya telah berhenti memproduksi motor sejak tahun 1960-an. Saat ini, motor DKW klasik yang masih bertahan di Indonesia menjadi barang koleksi yang langka dan dihargai oleh para penggemar motor klasik di Indonesia.

Saat ini, merek DKW tidak lagi memproduksi kendaraan dan tidak memiliki dealer resmi di Indonesia. Namun, pengaruh dan warisan merek ini masih terasa dalam dunia otomotif dan balap motor. Beberapa motor DKW klasik masih dipelihara oleh kolektor dan penggemar motor klasik di Indonesia, dan terkadang dapat ditemukan dalam acara atau pameran mobil klasik.

Selain itu, teknologi mesin dua tak dan tiga silinder yang dikembangkan oleh DKW masih digunakan dalam beberapa kendaraan yang diproduksi oleh Volkswagen Group, seperti mobil Audi A1 dan motor Aprilia RS125. Meskipun merek DKW telah hilang dari pasar otomotif modern, namun warisan teknologinya masih terus berkembang dan berdampak pada industri otomotif saat ini.