Semakin Berkembang Pesat, Sambel Pecel Bu Kaji Merambah ke Warung Makan yang Merakyat dan Memikat Masyarakat

10 Juni 2021

SEMARANG - Merintis usaha membuat sambl pencel untuk dipasarkan ke berbagai warung maupun masyarakat di Kota Semarang, ternyata perkembangannya luar biasa. Usaha pembuatan sambal pecel itu dirintis oleh Hj. Sartinah bersama suaminya H. Kasiman. Karena kebetulan sering dipanggih Kaji (sebutan bagi yang sudah berhajdi dalam bahasa Jawa), maka dinamai Sambel Pecel Bu Kaji.

Pada awalnya, usaha yang dirintis pada tahun 1999 hanya membuat sambel pecel dan dijual di pasar Johar dalam kemasan biasa atau plastik (kiloan). Seiring berjalannya waktu, akhirnya bentuk kemasan dan pangsa pasarnya terus berkembang. Kini, sambel pecel Bu Kaji bisa jual dengan kemasan yang jauh lebih baik dan sudah menyuplai perusahaan katering juga rumah makan.

Bahkan pada tahun 2018, Mbak Maya, pemilik generasi kedua dari Sambel Pecel Bu Kaji berhasil merambah ke usaha lainnya, yakni membuka warung makan dengan nama serupa.

Menu yang tersedia di Warung Pecel Bu Kaji merupakan makanan khas Semarangan atau kuliner jawa yang dengan bumbu produk dari Sambel Bu Kaji. Diantara makanan yang tersedia yakni nasi pecel, nasi gudangan atau urap, gendar pecel, lontong pecel.

Selain itu juga ada gado-gado, tahu gimbal, tahu campur.

Saat ditanya apakah warung pecel Bu Kaji juga menerima pesanan, dengan ramah Mbak Maya mengiyakan.

“Kami menyediakan nasi box, nasi tumpeng, ayam bakar, ayam geprek, martabak, juga tahu bakso”, ungkap Maya Kamis, (10/6).

Meskipun jenis makanannya cenderung tradisional, namun yang membuat masyarakat Semarang yakin akan masakan warung pecel Bu Kaji adalah semua bumbu dan makanan mempunyai sertifikat halal dari MUI dan izin dari dinas kesehatan.

Semua bahan masakan yang digunakan juga tanpa bahan pengawet dan tanpa MSG.

Para pelanggan dan pembeli yang sedang menikmati sajian sebagian besar sangat tertarik dengan warung pecel Bu Kaji karena menu yang disediakan sangat banyak dan bervariasi. Sehingga bisa memilih sesuai selera.

“Joss pokoke, layanan oke, harga ramah dikantong, menunya banyak variasi, jadi bisa pilih sesua selera, enak kabeh”, kata Susi, pembeli yang mengaku sering mampir di waryng tersebut.

Lain halnya dengan Indra Tama. Warga asli Semarang itu sudah lama ingin mencicipi masakan warung pecel Bu Kaji, namun setelah beberapa kali mempunyai niat, baru beberapa hari lalu kesampaian.

“Dan ternyata pecelnya beneran enak. Apalagi kalau pakai bakmi dan peyek atau karak. Lagian murah dan porsinya banyak,” ungkap Indra.

Tak salah jika warung pecel yang berlokasi di jalan Kedungmundu Raya No 170 Semarang itu selalu ramai pembeli. Waktu bukanya juga cukup panjang, dari jam 6 pagi hingga jam tiga sore. (Kan3)