Sempat Dihentikan Karena Tak Cukup Bukti, Kasus Perdagangan Orang di NTB di Laporkan Korbannya

1 Juli 2022
Foto : tribratanews.ntb.polri.go.id

NTB - Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang sempat dihentikan penyelidikannnya karena tidak cukup bukti, kini diangkat kembali. Itu, menyusul setelah ada dua orang korban yang melaporkannya ke UNIT PPA Ditreskrimum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Mengutip tribratanews.ntb.polri.go.id, Polda NTB menggelar acara konferensi pers kasus pencabulan yang dilaporkan sejumlah korban di UNIT PPA Ditreskrimum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (30/6/2022).

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto usai konferensi pers kasus itu pernah dilaporkan pada Maret 2022 lalu, dengan dugaan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Namun Polda NTB menghentikan prosesnya karena belum ditemukan bukti permulaan yang cukup.

"Kasus ini pernah dilaporkan pada Maret lalu, dengan dugaan kasus TPPO. Namun karena belum ditemukan bukti yang kuat, maka dihentikan,” katanya.

Menurutnya, dalam perkara itu juga telah dilakukan penyelidikan dan diskusi dengan pakar hukum UNRAM. Penyidik melakukan gelar perkara untuk memberikan kepastian hukum terhadap laporan tersebut.

Hingga, pada akhirnya, Rabu (29/6/2022) Polda NTB kembali mendapat laporan dari dua orang yang menyebut dirinya sebagai korban pencabulan. Untuk itu, Polda NTB akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

“Dengan adanya laporan yang diterima unit PPA Rabu kemarin, kita akan lakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut,”pungkasnya. (TBN/NTB/K5)

Terkait