Suasana Penyembelihan Hewan Kurban di Tengah Pandemi di Semarang

20 Juli 2021

SEMARANG - Meskipun dalam masa pandemi Covid-19 bahkan saat masih dalam PPKM darurat, semangat kaum muslimin di Indonesia, termasuk di Kota Semarang untuk melaksanakan ibadah kurban sangat tinggi.

Dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dan ada pemantauan dari pemerintah, masyarakat tetap khusuk menjalankan ibadah yang bernilai sosial itu dengan tertib dan taat aturan. Bahkan muncul kreativitas unik yang mewarnai suasana meriah.

Seperti di lingkungan RW 05 Perumahan Pasadena Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan pada Selasa (20/7). Mereka tetap menggelar proses penyembelihan hewan kurban di hari “H” meskipun dilakukan dengan berbagai aturan dan penyesuaian dengan situasi pandemi.

Seperti dikutip dari IDNTImes, Ada beberapa hal menarik yang layak dikelahui saat penyembelihan hewan kurban di perumahan Pasadena itu.

1. Untuk menghindari kerumunan dan tetap menjaga jarak, penyembelihan hewan kurban yang digelar di area Masjid Ash Shiddiq di Jalan Candi Tembaga Tengah itu sampai meluber dan menutup jalan untuk tempat pemotongan daging kurban

2. Meskipun dalam masa pandemi, namun jumlah hewan kurban yang disembelih cukup banyak. Ada 9 sapi dan 19 kambing yang disembelih hasil sumbangan dari warga sekitar hingga mantan Kapolri Idham Azis

3.Karena dalam situasi pandemi Covid-19, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, panitia membatasi jumlah hewan kurban agar proses penyembelihan bisa cepat selesai sebagai antisipasi penyebaran Covid-19

4. Pada proses penyembelihan dan pemotongan daging kurban, panitia hanya melibatkan maksimal 20 warga dan 15 orang petugas penyembelihan atau jagal dari luar lingkungan perumahan

5. Panitia kurban menerapkan jaga jarak saat proses pemotongan daging kurban. Selain itu, mereka juga wajib memakai masker dan sarung tangan

6. Tidak banyak warga yang hadir untuk menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban. Hanya para sohibul kurban yang melihat dari jauh

7. Setelah proses penyembelihan dan pemotongan, panitia akan membagikan door to door ke rumah warga

8. Selain itu, panitia juga akan mengantar langsung daging kurban kepada penerima yang berhak ke panti asuhan atau yayasan tanpa mereka datang ke lingkungan tersebut. (Kan3)