Tawarkan Jasa Ruqyah, Marbot Masjid di Depok Diduga Cabuli 3 Bocah Laki-laki

26 Juni 2022
Ilustrasi/pixabay/geralt

DEPOK - Tiga bocah laki-laki berusia belasan tahun diduga menjadi korban pencabulan AS (47) yang merupakan marbot di salah satu masjid di Depok Jawa Barat. Dari ketiga korban, baru seorang yang membuat laporan ke pihak Kepolisian.

Dikutip dari merdeka.com, Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan awalnya hanya ada satu anak laki-laki yang menjadi korban yaitu NF (13). Namun, setelah dilakukan pengembangan pihaknya mendapatkan ada 2 korban lainnya.

"Setelah kami dalami ternyata ada dua korban lagi tapi tidak melaporkan. Jadi total korban sementara ada tiga, yang melapor baru satu. Semua laki-laki, usia belasan tahun," kata Kasatreskrim.

Menurut Kasatreskrim, modus yang digunakan pelaku yakni mengatakan korban ada masalah. Kemudian, pelaku menawarkan jasa untuk rugyah. Setelah bersedia, korban kemudian dibawa ke ruangan yang merupakan tempat istirahat AS di area masjid.

"Perbuatan tak senonoh tersebut dilakukan AS terhadap NF pada Selasa (21/6) pukul 21.00 WIB,"ujarnya.

Menurut Kasatreskrim, perbuatan keji itu terungkap ketika korban menceritakan peristiwa yang baru dialaminya kepada orang tua. Kemudian orang tua korban melapor pada pengurus lingkungan dan pelaku diamankan lalu dibawa ke polisi.

"Kita lakukan pemeriksaan terhadap terlapor dan memang benar terjadi tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur,"jelasnya.

Menurut Kasatreskrim, pihaknya masih mendalami lagi kasus itu, termasuk kepada dua korban lainnya. Para korban kini masih mengalami trauma dan sulit diajak komunikasi.

"Kami dalami ya, tapi mereka mengaku diperlakukan yang sama, tapi modus operandinya kami dalami lagi. Korban sudah menjalani visum. Namun hasilnya belum diketahui. Korban akan mendapatkan pendampingan untuk pemulihan trauma.

Menurut Kasatreskrim AS bukan warga Depok namun berasal dari Sukabumi. Sehari-hari, AS memang sebagai marbot masjid dan sesekali menjadi imam.

Selama tujuh bulan, warga tidak ada yang curiga dengan gelagat AS. Karena, pelaku dikenal sebagai orang yang baik.

"Dari ibadahnya, cara bergaulnya dengan masyarakat dianggap baik ya, tidak ada perilaku menyimpang,"ucapnya.

Namun, kata Kasatreskrim, pelaku dikenal warga sekitar memiliki kemampuan rukiah. Modus itulah yang dilakukan AS terhadap NF. (Nur Fauziah/merdeka.com/K5)

Terkait