Warga Desa Cepogo Boyolali Dibuat Geger Atas Penemuan Batu Prasasti Sarungga

26 Mei 2023
Penemuan Batu Prasasti Sarungga di Desa Cepogo, Boyolali

BOYOLALI - Kanal9.id - Warga Dukuh Wonosegoro digegerkan dengan temuan sebuah batu yang ternyata merupakan sebuah prasasti yang telah berusia 11 abad. Prasasti tersebut bernama Prasasti Sarungga. Prasasti Sarungga ditemukan di sekitar ladang salah satu warga Dukuh Wonosegoro yang berada di lereng Gunung Merbabu. Penemuan tersebut merupakan bukti kebesaran dari Kerajaan Mataram Kuno. Untuk mencegah kerusakan dan demi kepentingan pelestarian, prasasti tersebut tetap diletakkan di tempat awal penemuannya.

Sebenarnya, warga setempat sudah mengetahui keberadaan prasasti batu itu sejak lama, namun mereka tidak menyadari nilai sejarah dari batu tersebut. Baru pada 2019, penelitian dilakukan dan mengungkap fakta bahwa batu tersebut merupakan prasasti yang dibuat pada tahun 901 Masehi.

Penelitian dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah setelah mendapat laporan dari komunitas pehobi blusukan dan pemerhati cagar budaya arkeologi di Boyolali, mBo’jalali dan Boyolali Heritage Society (BHS).

Baca juga : Benarkah Tembok Raksasa di Laut Papua Diyakini Jejak Kerajaan Atlantis yang Terkubur Ribuan Tahun?

Kusworo Rahadyan selaku Ketua Boyolali Heritage Society (BHS) mengatakan bahwa pada 2019, para anggota komunitas mBo’jalali sedang rajin-rajinnya berkelana ke banyak lokasi cagar budaya.

Saat itu, anggota komunitas mBo'jalali mendapatkan informasi dari warga Wonosegoro, Cepogo, Boyolali, melalui unggahan di media sosial Facebook yang mendiskusikan penemuan sebongkah batu unik tersebut.

Tulisan yang terukir Prasasti Sarungga ditemukan di Dukuh Wonosegoro, Cepogo, Boyolali. Foto diambil Kamis (25/5/2023). “Akhirnya teman-teman blusukan dari mBo’jalali tahu kalau itu prasasti,” ungkapnya di sela-sela acara Sarungga Fest yang digelar Karang Taruna Madewa Dukuh Wonosegoro, Cepogo, Kamis (25/5/2023) siang.

BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Tengah mendapat laporan dan langsung melakukan penelitian. Hasilnya mengonfirmasi batu tersebut memang prasasti. Kusworo menjelaskan Prasasti Sarungga yang ditemukan di Cepogo, Boyolali, dipahat pada batu monolit.

“Tanggal konversinya Senin Wage, 25 Mei 901 Masehi. Ini sudah 1.122 tahun,” ujar dia. Tulisan dalam prasasti tersebut menggunakan aksara Jawa Kuno yang berbunyi, “swasti saka warsa tita 823 jyesta masa pancami sukla hawaso kala niki patapan ri sarunga nama”.

Artinya “selamat tahun Saka yang telah lalu 823 pada bulan Jyesta tanggal 5 bagian bulan terang. Haryang (hari bersiklus enam), Wagai (hari bersiklus lima), Soma (hari bersiklus tujuh atau Senin), pada saat ini (terdapat) pertapaan di Sarunga (yang) hendaklah dinamai”.

Baca juga : Inilah 5 Wisata Semarang yang Wajib Dikunjungi, Banyak Peninggalan Belanda

“Nah, setelah bagian hendaklah dinamai itu hilang tulisannya. Tapi menurut prasasti, wilayah ini disebut sebagai Sarungga,” ujar dia.

Pada Prasasti Sarungga di Cepogo, Boyolali, tertulis angka tahun Saka 823 yang jika dikonversi dengan menambahkan 78 tahun untuk menentukan angka tahun Masehinya didapat angka 901 Masehi. Dari sumber catatan yang ada, tahun tersebut merupakan era kekuasaan Raja Dyah Balitung yang memimpin Kerajaan Medang atau Mataram Kuno di Jawa.

Mengutip artikel berjudul Dyah Balitung Putra Daerah yang Sukses Menjadi Raja Mataram Kuna karya Baskoro Daru Tjahjono (Balai Arkeologi Yogyakarta) yang diunggah di laman berkalaarkeologi.kemdikbud.go.id, Raja Dyah Balitung memerintah pada tahun 898-908 Masehi.

Raja Dyah Balitung terkenal sebagai salah satu raja yang paling banyak mengeluarkan prasasti. Persebaran penemuan prasastinya juga tidak hanya di Jawa Tengah tapi juga di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur. Bahkan sumber lain menyebut bahwa prasasti Dyah Balitung juga ditemukan di Bali.

Prasasti Telang di Wonogiri

Prasasti lain yang dikeluarkan Raja Dyah Balitung yaitu Prasasti Telang yang ditemukan di Situs Wonoboyo, Wonogiri pada 17 Juli 1933. Dari tulisan di prasasti berbentuk lempengan tembaga itu diketahui Prasasti Telang dibuat pada 6 Parogelap bulan Posya 825 Saka atau 11 Januari 904 Masehi.

Baca juga : Temuan Kalimat Unik Dari Prasasti Candi Angin di Jepara, Lelaki Dilarang Berpoligami
Belum diketahui pasti apakah Prasasti Sarungga di Wonosegoro, Cepogo, Boyolali, juga dikeluarkan oleh Raja Dyah Balitung sama seperti Prasasti Telang. Namun, jika melihat tahun pembuatannya yang hanya berselisih tiga tahun, Prasasti Sarungga dibuat di era yang sama dengan Prasasti Telang. K-6