Sebuah rekaman video yang memperlihatkan sebuah mobil minibus putih nekat melintasi jalan raya yang sedang dalam proses pengecoran basah mendadak viral dan memicu kekesalan publik di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di ruas Jalan Letjen Suprapto, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Tindakan nekat pengemudi kendaraan yang belakangan diketahui merupakan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut berakibat fatal pada kualitas fisik proyek jalan.
Akibat ulah tak tertib tersebut, pihak pelaksana proyek pengerjaan jalan harus menanggung kerugian material yang tidak sedikit. Lapisan beton dasar atau Lean Concrete (LC) setebal kurang lebih 10 sentimeter yang baru selesai dituang dan dihaluskan menjadi rusak parah dan terjejak bekas roda kendaraan. Kontraktor terpaksa melakukan pengerjaan ulang guna mengembalikan kerataan jalan sebelum memasuki tahap pengecoran utama.
Pelaksana proyek pengerjaan jalan, Cacap Suherman, mengonfirmasi bahwa kerusakan akibat terjangan mobil tersebut membuat pihaknya mengalami kerugian finansial sekitar Rp25 juta. Kerugian tersebut dihitung berdasarkan volume beton dasar mencapai 18 hingga 20 meter kubik yang mengalami pergeseran bentuk serta biaya tenaga kerja ekstra untuk proses perbaikan.

Cacap menjelaskan bahwa pengerjaan cor dasar tersebut sejatinya telah dirampungkan pada Minggu malam hingga dini hari sekitar pukul 00.00 WIB. Menurut rencana awal, tim pengerjaan akan membiarkan lapisan beton mengering selama seharian penuh sebelum akhirnya ditumpuk dengan lapisan cor beton utama pada malam berikutnya. Namun, rencana kerja tersebut menjadi kacau akibat permukaan beton yang hancur diterobos kendaraan.
Ia menegaskan bahwa kerusakan pada lapisan dasar berisiko memicu kecacatan struktur beton jika tidak segera ditangani secara khusus. Pihak pekerja harus membongkar dan meratakan kembali bagian permukaan beton yang mengalami deformasi akibat tekanan ban mobil. Langkah perbaikan cepat ini diambil agar kualitas akhir pengerjaan jalan tetap memenuhi standar teknis yang ditentukan dinas terkait.

Selain menderita kerugian uang dan waktu, pihak kontraktor juga harus menghadapi prosedur pengawasan ketat dari tim Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Beton yang terdampak diterobos tersebut dijadwalkan bakal menjalani pengujian spesimen menggunakan metode core drill atau pengeboran sampel beton. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan daya tekan dan kepadatan struktur beton tidak mengalami penurunan kualitas.
Menanggapi tuduhan minusnya pengamanan di area proyek, Cacap membantah tegas bahwasanya lokasi pengerjaan tidak dipasangi rambu lalu lintas. Ia menerangkan bahwa seluruh prosedur pengamanan area kerja telah terpasang rapi di sepanjang rute pengerjaan, mulai dari rambu pembatas jalan berwarna merah-putih, garis polisi, hingga papan peringatan adanya proyek perbaikan jalan.
Petugas pengatur lalu lintas juga telah disiagakan di kedua ujung jalan guna mengarahkan arus kendaraan selama pengerjaan berlangsung. Namun, padatnya volume kendaraan pada jam berangkat dan pulang kantor sering kali membuat pengguna jalan menjadi tidak sabar. Banyak pengendara sepeda motor hingga mobil yang bersikeras menerobos pembatas meski telah diperingatkan oleh petugas di lapangan.

Identitas pengemudi mobil nekat tersebut akhirnya terungkap setelah Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, memberikan konfirmasi resmi. Wali Kota membenarkan bahwa pengemudi kendaraan tersebut merupakan seorang ASN yang bertugas di Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan. Pihak pemerintah daerah sangat menyayangkan insiden yang mencoreng citra korps abdi negara tersebut.
Pemerintah Kota Pekalongan memastikan akan memproses kejadian ini secara tegas dan telah memanggil oknum ASN bersangkutan untuk menjalani pembinaan internal. Pemberian sanksi disiplin tengah dikaji secara mendalam dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah mengenai Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Sementara itu, pihak kontraktor berharap ada iktikad baik dari pihak terkait untuk membantu mengganti kerugian proyek yang timbul.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengguna jalan agar senantiasa menghormati proses pembangunan infrastruktur publik. Kesadaran dan kesabaran masyarakat sangat dibutuhkan demi terwujudnya fasilitas jalan yang berkualitas dan tahan lama.
