Joe Kris, Joe Kris
Tim Redaksi

kanal9.id - Gelombang kritik terhadap FIFA kian membesar usai serangkaian kontroversi yang mewarnai Piala Dunia 2026. Kali ini, seruan paling keras datang dari Inggris. Partai Demokrat Liberal mendesak pembubaran FIFA dan meminta Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) bersama UEFA mempertimbangkan keluar dari organisasi sepak bola dunia tersebut.

Dikutip dari BBC, Ketua Partai Demokrat Liberal Sir Ed Davey menilai FIFA telah kehilangan arah sebagai lembaga yang seharusnya melindungi kepentingan sepak bola global. Menurutnya, organisasi yang dipimpin Gianni Infantino itu sudah tidak layak dipertahankan dalam bentuk saat ini dan perlu dibangun kembali dengan sistem yang lebih terbuka serta akuntabel.

Desakan tersebut muncul setelah sejumlah keputusan FIFA selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 menuai kontroversi. Salah satu yang paling ramai diperbincangkan adalah pencabutan larangan bermain terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Keputusan itu memicu spekulasi adanya campur tangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dugaan intervensi politik tersebut langsung memancing reaksi keras dari UEFA yang menyebut langkah FIFA sebagai keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya serta sulit dipahami maupun dibenarkan.

Tak hanya soal Balogun, FIFA juga menjadi sasaran kritik akibat penerapan sistem harga tiket dinamis yang membuat biaya menonton pertandingan melonjak. Kebijakan tersebut dinilai memberatkan suporter dan dianggap lebih mengutamakan keuntungan finansial dibanding akses penggemar terhadap turnamen.

Ad Space

Sorotan lain datang dari kebijakan jeda minum di tengah pertandingan. Langkah itu disebut membuka peluang tambahan pemasukan iklan hingga 250 juta dolar AS atau sekitar 189 juta pound sterling. Sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut menunjukkan kepentingan komersial semakin mendominasi penyelenggaraan pertandingan.

Kontroversi FIFA semakin bertambah setelah mencuatnya kasus wasit asal Somalia, Omar Artan, yang gagal memasuki Amerika Serikat. Penanganan persoalan tersebut dinilai memperburuk citra FIFA dan memperkuat anggapan bahwa tata kelola organisasi tengah mengalami krisis kepercayaan.

BBC melaporkan telah meminta tanggapan kepada FIFA, UEFA, dan Asosiasi Sepak Bola Inggris terkait berbagai kritik tersebut. Namun hingga laporan diterbitkan, belum ada pernyataan bersama dari ketiga pihak.

Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino tetap membela kebijakan organisasinya, khususnya mengenai harga tiket. Ia menegaskan tarif yang diberlakukan masih sebanding dengan ajang olahraga besar lainnya yang digelar di Amerika Serikat.

Saat ini FIFA memiliki 211 asosiasi sepak bola nasional sebagai anggota, termasuk FA. Jika Asosiasi Sepak Bola Inggris benar-benar memutuskan keluar dari FIFA, konsekuensinya Inggris tidak lagi dapat mengikuti seluruh kompetisi resmi di bawah naungan organisasi tersebut, termasuk Piala Dunia.

Ad Space

Sir Ed Davey pun mendesak asosiasi-asosiasi sepak bola Eropa mengambil langkah bersama. Ia menginginkan terbentuknya lembaga baru yang lebih transparan, berpihak kepada suporter, dan mengembalikan integritas sepak bola internasional.

Menurut Davey, Gianni Infantino telah berulang kali melewati batas dengan membiarkan kepentingan bisnis mengalahkan nilai-nilai olahraga. Karena itu, ia menilai sudah waktunya UEFA memimpin gerakan penarikan diri secara kolektif dari FIFA sebagai langkah awal membangun tata kelola sepak bola dunia yang baru.


Bagikan: