Helmi, Administrator
Tim Redaksi

REMBANG – Suasana di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mendadak berubah pada Kamis (3/9/2026) pagi.


Ratusan siswa dan guru tiba-tiba mengalami keluhan diare dan sakit perut secara hampir bersamaan.


Jumlahnya bukan puluhan.

Ad Space


Sebanyak 777 warga sekolah dilaporkan mengalami diare, terdiri dari 752 siswa dan 25 guru.


Kondisi tersebut membuat fasilitas toilet sekolah kewalahan. Antrean siswa yang hendak buang air bahkan membuat toilet sekolah mengalami overload.


Ad Space

Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan keluhan mulai muncul ketika para siswa masuk kelas pada Kamis pagi.


"Tadi pagi anak-anak masuk, ada yang bilang 'Pak, saya diare'. Begitu guru mendata di masing-masing kelas, dalam beberapa menit langsung masuk laporan ada 777 orang (total guru dan siswa) yang diare," kata Juhartutik, Kamis (3/9/2026).


Toilet Sekolah Tak Mampu Menampung

Ad Space


Gelombang siswa yang mengalami diare datang hampir bersamaan.


Fasilitas toilet yang tersedia di sekolah pun tidak mampu menampung seluruh siswa yang membutuhkan.


Ad Space

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah mengambil langkah darurat.


Juhartutik bahkan mempersilakan siswa menggunakan kamar mandi pribadinya.


"Karena toilet sekolah sampai overload, saya persilakan anak-anak masuk ke kamar mandi saya. Karena kondisinya sudah seperti itu, anak-anak langsung kita pulangkan," ujarnya.

Ad Space


Pihak sekolah akhirnya memutuskan memulangkan seluruh siswa lebih awal.


Dari total 1.174 siswa SMAN 1 Lasem, seluruhnya dipulangkan setelah jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan mencapai sekitar 61 persen.


Ad Space

Lima Orang Dilarikan ke Puskesmas


Tidak semua korban hanya mengalami diare.


Sejumlah siswa dan guru mengalami kondisi lebih berat hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Ad Space


Setidaknya empat siswa dan satu guru dilarikan ke Puskesmas Lasem.


Kelima orang tersebut mengalami muntah secara terus-menerus hingga kondisi fisiknya melemas.


Ad Space

"Ada empat siswa dan satu guru yang dibawa ke Puskesmas Lasem karena muntah terus," terang Juhartutik.


Kondisi tersebut membuat pihak sekolah tidak ingin mengambil risiko.


Aktivitas pembelajaran pun dihentikan dan siswa dipulangkan.

Ad Space


Sehari Sebelumnya Santap MBG


Peristiwa tersebut kemudian dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima warga sekolah sehari sebelumnya.


Ad Space

Paket makanan didistribusikan oleh SPPG Soditan, Lasem, pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.45 WIB.


Makanan kemudian disantap siswa ketika jam istirahat, sekitar pukul 12.00 WIB.


Menu MBG yang dibagikan terdiri dari nasi, ayam bakar grill, tempe, lalapan, sambal teri goreng, serta buah semangka potong.

Ad Space


Selang beberapa jam kemudian, warga sekolah mulai mengalami keluhan.


Namun, sejauh ini belum dapat dipastikan makanan mana yang menjadi penyebab munculnya gejala tersebut.


Ad Space

Pihak terkait masih perlu melakukan pemeriksaan dan pengujian untuk memastikan apakah kejadian tersebut benar merupakan keracunan makanan dan apakah memiliki kaitan langsung dengan paket MBG.


Semangka Kecut Jadi Sorotan


Di tengah munculnya dugaan keracunan tersebut, salah satu makanan yang dikeluhkan siswa adalah buah semangka.

Ad Space


Menurut pihak sekolah, sejumlah siswa mengaku semangka yang mereka terima memiliki rasa kecut.


"Anak-anak ada yang bilang, buah semangkanya terasa kecut Bu. Semangkanya itu dikasih kemasan plastik," kata Juhartutik.


Ad Space

Keluhan tersebut kini menjadi salah satu informasi yang perlu ditelusuri lebih lanjut.


Sebab, dugaan keracunan makanan tidak bisa hanya ditentukan berdasarkan rasa atau keluhan setelah mengonsumsi salah satu menu.


Diperlukan pemeriksaan medis terhadap korban serta pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan, bahan makanan, maupun faktor lain yang memungkinkan menyebabkan munculnya gejala.

Ad Space


Sekolah Langsung Ambil Langkah Darurat


Dengan jumlah warga sekolah yang terdampak mencapai ratusan orang, pihak SMAN 1 Lasem mengambil langkah cepat.


Ad Space

Seluruh siswa dipulangkan lebih awal untuk mencegah kondisi semakin buruk sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa yang mengalami gejala untuk beristirahat dan mendapatkan penanganan.


Kejadian ini menjadi perhatian serius karena jumlah warga sekolah yang mengalami diare mencapai ratusan orang dalam waktu yang relatif berdekatan.


Jika nantinya hasil pemeriksaan membuktikan adanya hubungan dengan makanan MBG, kasus SMAN 1 Lasem akan menjadi sorotan serius terhadap proses penyediaan, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan program tersebut.

Ad Space


Untuk sementara, dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Bagikan: