Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai 1 September 2026 pukul 00.00 WIB.
Penyesuaian harga berlaku untuk tiga produk, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan paling tinggi terjadi pada produk Dexlite dan Pertamina Dex yang mengalami peningkatan hingga sekitar 20 persen.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan mengacu pada formula yang telah ditetapkan pemerintah. Formula tersebut mempertimbangkan sejumlah faktor, di antaranya harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta pajak.

Meski demikian, tidak seluruh produk BBM non-subsidi mengalami kenaikan harga. Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap masing-masing sebesar Rp15.950 dan Rp16.600 per liter.
“Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM non-subsidi yaitu Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan keekonomian, daya beli dan kondisi sosial masyarakat,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Senin (31/8).

Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga Pertamax Turbo dengan nilai oktan RON 98 naik dari sebelumnya Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter. Artinya, harga produk tersebut meningkat Rp1.300 atau sekitar 7,1 persen.
Sementara itu, harga Dexlite mengalami kenaikan yang lebih signifikan, dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Harga Dexlite naik Rp4.000 atau sekitar 20,3 persen.
Adapun Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Dengan demikian, produk BBM diesel tersebut mengalami kenaikan Rp4.050 atau sekitar 19,1 persen.

Dengan perubahan tersebut, konsumen BBM non-subsidi perlu menyesuaikan pengeluaran untuk pembelian Pertamax Turbo, Dexlite, maupun Pertamina Dex. Sementara harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap tidak berubah per 1 September 2026.
