Administrator, Administrator
Tim Redaksi

BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mendeteksi adanya kenaikan signifikan jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Aceh. Berdasarkan pantauan satelit terbaru, sebanyak 119 titik panas tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota di provinsi tersebut.


Peningkatan jumlah titik panas ini dipicu oleh cuaca kering dan minimnya curah hujan yang melanda kawasan ujung barat Indonesia tersebut selama beberapa hari terakhir.


Kabupaten Aceh Selatan menjadi wilayah penyumbang titik panas terbanyak dengan konsentrasi yang cukup tinggi di sejumlah kawasan hutan dan lahan perkebunan warga.

Ad Space


Selain Aceh Selatan, beberapa kabupaten lain seperti Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Tengah juga mencatatkan sebaran titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi.


Pihak BMKG mengimbau masyarakat dan para pelaku usaha perkebunan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan saat membuka atau membersihkan area pertanian.


Ad Space

Tindakan pembakaran lahan di tengah kondisi angin kencang dan cuaca terik sangat berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang meluas dan sulit dipadamkan.


Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan penanggulangan bencana di daerah telah disiagakan untuk melakukan patroli darat secara intensif di lokasi-lokasi rawan.


Petugas di lapangan siap melakukan pemadaman dini jika ditemukan adanya kobaran api guna mencegah timbulnya kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas penerbangan.

Ad Space


BMKG terus memperbarui data sebaran titik panas secara berkala dan membagikan informasi cuaca terkini kepada pemangku kepentingan di tingkat daerah.


Kerja sama aktif dari seluruh lapisan masyarakat sangat diharapkan agar potensi bencana asap dan kerusakan lingkungan akibat karhutla di Aceh dapat diantisipasi sedini mungkin.

Bagikan: