GROBOGAN, Kanal9.id – Dampak kekeringan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, masih dirasakan masyarakat hingga pertengahan Oktober 2026. Sebanyak 117 desa yang tersebar di 19 kecamatan tercatat mengajukan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan setiap hari dengan jumlah penerima yang dapat mencapai lima desa dalam sehari.
Pada Rabu (14/10/2026), BPBD Grobogan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah di empat kecamatan. Lokasi distribusi meliputi Dusun Muneng di Desa Ledokdawan dan Dusun Jeruk di Desa Monggot, Kecamatan Geyer.
Bantuan juga disalurkan ke Desa Tanggungharjo di Kecamatan Tanggungharjo, Desa Kedungjati di Kecamatan Kedungjati, serta Desa Depok di Kecamatan Toroh.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, mengatakan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan, setidaknya hingga musim hujan tiba.

Menurut dia, hujan yang sempat mengguyur sejumlah wilayah Grobogan dalam beberapa waktu terakhir belum menjadi penanda berakhirnya musim kemarau. Curah hujan yang turun dinilai belum menunjukkan bahwa musim hujan telah dimulai.
”Prediksi kemarau di Grobogan dari Mei sampai Oktober 2026, hujan mulai awal November 2026,” ujar Wahyu.
Dengan perkiraan tersebut, masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan air bersih masih berpotensi membutuhkan bantuan hingga beberapa waktu ke depan.
BPBD Grobogan mengimbau masyarakat agar menggunakan persediaan air bersih secara bijak dan mengutamakan kebutuhan yang penting.
Warga yang mengalami kekurangan air bersih juga diminta berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun pihak kecamatan setempat agar kebutuhan bantuan dapat disampaikan dan ditindaklanjuti.

Hingga pertengahan Oktober ini, penyaluran air bersih menjadi salah satu upaya penanganan yang dilakukan BPBD Grobogan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau.
