Joe Kris, Administrator
Tim Redaksi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya buka suara soal keputusan mendadak menarik pesawat-pesawat pengebom AS dari Pangkalan Udara RAF Fairford, Inggris.

Trump menyebut pemindahan bomber tersebut bukan sekadar rotasi rutin. Menurutnya, ada ancaman tertentu yang membuat Washington memilih menarik pesawat dari pangkalan tersebut.

"Ya, saya rasa kita bisa mengatakan demikian. Mereka tidak terbang keluar secara kebetulan," kata Trump kepada wartawan, Senin.

Trump tidak merinci bentuk ancaman yang dimaksud. Namun, ia menegaskan Amerika Serikat mengetahui pihak yang diduga berada di balik ancaman tersebut. ([Sky News][2])

Sebelumnya, Pentagon mengonfirmasi seluruh pesawat pengebom AS yang ditempatkan di RAF Fairford telah dipindahkan kembali ke pangkalan mereka di Amerika Serikat.

Ad Space

Pesawat yang ditarik mencakup bomber B-1. Laporan lain menyebut seluruh armada bomber AS yang berada di Fairford, termasuk B-2 dan B-52, turut dipindahkan. 

Keputusan itu muncul setelah serangkaian insiden keamanan di sekitar RAF Fairford.

Pada 27 September, lima pria berkewarganegaraan Inggris ditangkap di sekitar pangkalan tersebut karena dicurigai terkait persiapan aksi teror dan pelanggaran terkait bahan peledak. Polisi menemukan bahan bakar dalam kendaraan mereka, tetapi tidak menemukan bahan peledak. Kelima orang tersebut kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Beberapa hari kemudian, pada 1 Oktober, seorang pria berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran juga ditangkap di London. Polisi menyebut penangkapan itu berkaitan dengan penyelidikan kasus RAF Fairford. Seorang pria lainnya turut diperiksa.

Keterkaitan Iran dalam kasus tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan. Sejumlah pejabat Inggris dan AS mengisyaratkan kemungkinan adanya keterlibatan pihak asing, sementara Iran membantah terlibat.

Ad Space

Di tengah situasi tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya menyebut pemindahan aset militer sebagai bagian dari pengelolaan dan rotasi kekuatan AS. Sementara Wakil Presiden JD Vance menyebut langkah tersebut sebagai tindakan pencegahan.

RAF Fairford sendiri memiliki posisi strategis bagi militer AS. Pangkalan di Gloucestershire itu merupakan salah satu titik penting bagi operasi bomber Amerika di Eropa dan sebelumnya digunakan sebagai lokasi pendukung operasi militer AS, termasuk dalam serangan terhadap Iran.

Kini, penarikan seluruh bomber AS dari Fairford menambah perhatian terhadap keamanan pangkalan militer tersebut sekaligus menunjukkan meningkatnya kekhawatiran Washington terhadap ancaman terhadap aset militernya di kawasan Eropa. 


Bagikan: