JAKARTA, Kanal9.id – Kamaruddin Simanjuntak, mantan pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, meninggal dunia pada Senin (19/10/2026). Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh rekannya, Martin Lukas Simanjuntak.
Martin menyampaikan bahwa Kamaruddin mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.00 WIB di Rumah Sakit Pelni, Jakarta.
"Benar beliau pulang ke rumah Bapa di surga subuh tadi pukul 03.00 WIB di Rumah Sakit Pelni," ujar Martin.
Ia mengatakan, Kamaruddin telah menjalani perjuangan panjang menghadapi penyakit yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir.
"Sudah hampir beberapa tahun ini beliau berjuang dengan sakitnya, namun sekarang Abang Kamaruddin Simanjuntak sudah tenang bersama Bapa di surga," lanjutnya.

Rencananya, jenazah Kamaruddin akan dibawa ke Rumah Duka dan Krematorium Tabitha Ukrida, Jakarta Barat, untuk disemayamkan. Namun, Martin mengaku belum memperoleh informasi mengenai jadwal dan lokasi pemakaman almarhum.
Berjuang Melawan Penyakit Ginjal
Sebelum meninggal dunia, Kamaruddin diketahui tengah menjalani perawatan akibat penyakit ginjal. Kondisinya sempat dikabarkan membaik ketika memasuki masa pemulihan beberapa bulan lalu.
Rekannya, Poltak Silitonga, pada Mei 2026 menyebut Kamaruddin masih menjalani perawatan untuk memulihkan kondisi kesehatannya.
"Kondisinya kan sekarang dalam pemulihan, perawatan lah karena sakit yang beliau derita kan gitu," kata Poltak.

Poltak juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjenguk Kamaruddin di kediamannya sekitar sepekan sebelum memberikan keterangan tersebut. Keduanya diketahui memiliki hubungan profesional melalui kantor hukum masing-masing.
Penyakit ginjal yang diderita Kamaruddin membuatnya harus menjalani cuci darah secara rutin hingga tiga kali dalam sepekan.
Poltak menuturkan, gangguan kesehatan tersebut baru diketahui setelah kondisi Kamaruddin menurun. Sebelumnya, kesibukan dalam menjalankan pekerjaan diduga membuat Kamaruddin kurang memperhatikan kondisi tubuhnya.
"Mula-mula kejadian itu kita juga tidak yakin, tetapi karena kesibukan yang selalu dia bekerja terus-menerus akhirnya kurang memperhatikan kesehatannya ternyata dia sering menahan sakitnya. Ternyata setelah drop, begitu diperiksa ada kerusakan ginjal," tuturnya.
Namanya Dikenal Luas Saat Mengawal Kasus Brigadir J

Nama Kamaruddin Simanjuntak menjadi perhatian publik pada 2022 ketika ia mendampingi keluarga Brigadir J dalam mengusut kematian anggota Polri tersebut.
Kamaruddin, yang merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI), kala itu aktif menyuarakan sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian Brigadir J. Salah satu langkah yang didorongnya adalah pelaksanaan autopsi ulang terhadap jenazah korban.
Pada awalnya, kematian Brigadir J sempat dikaitkan dengan peristiwa baku tembak dengan Bharada Richard Eliezer, sesama ajudan Ferdy Sambo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.
Namun, pengusutan lebih lanjut mengungkap bahwa Brigadir J merupakan korban pembunuhan berencana yang melibatkan Ferdy Sambo. Perkembangan kasus tersebut menjadikan Kamaruddin salah satu sosok yang dikenal luas oleh masyarakat.
Kepergiannya pada Senin (19/10/2026) menandai berakhirnya perjuangan panjang melawan penyakit yang dideritanya. Sementara itu, informasi lebih lanjut mengenai prosesi pemakaman masih menunggu kepastian dari pihak keluarga maupun rekan almarhum.
