JAKARTA — Kebijakan penutupan operasional Stasiun Karet memberikan dampak langsung terhadap pergerakan pengguna jasa transportasi kereta rel listrik atau KRL Commuter Line. Penumpukan dan lonjakan penumpang terjadi secara signifikan di Stasiun BNI City yang berada tak jauh dari lokasi stasiun lama.
Berdasarkan data dari pihak pengelola transportasi lonjakan volume penumpang KRL di Stasiun BNI City mencatatkan kenaikan drastis hingga lebih dari tiga ratus persen dari hari biasanya.
Para pengguna jasa KRL yang sebelumnya terbiasa naik dan turun di Stasiun Karet kini dialihkan sepenuhnya ke Stasiun BNI City yang memiliki fasilitas lebih luas.

Kondisi peron dan area aula stasiun tampak jauh lebih padat dari biasanya terutama pada jam-jam sibuk berangkat dan pulang kerja.
Guna mengantisipasi kepadatan arus penumpang pihak pengelola telah menyiagakan petugas tambahan di area gate pembayaran dan peron stasiun.

Penambahan papan petunjuk arah serta optimalisasi alur pergerakan penumpang terus dilakukan agar proses naik turun penumpang berjalan tertib.
Stasiun BNI City kini berfungsi penuh sebagai stasiun integrasi yang melayani perjalanan KRL Commuter Line sekaligus Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
Para pengguna jasa KRL menyambut penyesuaian ini dengan mengimbau pihak operator untuk terus menambah frekuensi kedatangan armada kereta demi memurai antrean.

Pihak pengelola terus melakukan evaluasi harian guna memastikan kenyamanan dan keselamatan seluruh pengguna jasa transportasi massal tersebut.
Dengan integrasi fasilitas stasiun yang lebih modern diharapkan pelayanan transportasi KRL di kawasan pusat bisnis Jakarta ini dapat makin optimal.
