Helmi, Administrator
Tim Redaksi

SEMARANG — Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah tidak boleh berhenti sebagai ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Momentum nasional tersebut harus dimaksimalkan untuk memperkenalkan potensi Jawa Tengah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.


Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, kehadiran ribuan kafilah, official, dan tamu dari 37 provinsi menjadi peluang besar bagi Jawa Tengah untuk menunjukkan potensi daerah, khususnya di sektor UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri halal.


“Lebih dari itu harus menjadikan momentum nasional ini sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus penguat syiar Islam di daerah,” kata Sarif.

Ad Space


Legislator yang akrab disapa Kakung itu menegaskan, MTQ Nasional jangan hanya diposisikan sebagai agenda seremonial. Menurutnya, penyelenggaraan event berskala nasional harus meninggalkan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi keagamaan, sosial, budaya, maupun ekonomi.


“Pelaksanaan MTQ Nasional berpotensi besar menggerakkan sektor UMKM, pariwisata, hingga ekonomi kreatif di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang sebagai tuan rumah utama,” tegas Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah tersebut.


Ad Space

Menurut Kakung, kehadiran para peserta dan pengunjung dari berbagai daerah dapat menjadi katalis bagi pelaku usaha lokal. Produk UMKM, kuliner halal, fesyen muslim, hingga berbagai produk ekonomi kreatif khas Jawa Tengah dinilai perlu mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada para tamu dari seluruh Indonesia.


“Ajang ini juga bisa sebagai wadah promosi produk lokal, kuliner halal, hingga fesyen muslim. Sehingga ajang MTQ ini betul-betul menjadi kebanggaan bersama masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya.


Tak hanya UMKM, sektor perhotelan, transportasi, dan pariwisata juga berpotensi mendapatkan manfaat langsung dari penyelenggaraan MTQ Nasional tersebut.

Ad Space


Karena itu, Kakung mengajak masyarakat Jawa Tengah, khususnya warga Semarang, untuk menyambut para peserta dengan keramahan dan memberikan pengalaman positif selama berada di Jawa Tengah.


“Karena itu, mari kita sambut para qari, qariah, dan kafilah dari seluruh Nusantara dengan hangat,” kata legislator dari daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap itu.


Ad Space

MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang pada 11-20 September 2026. Kakung berharap seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya berorientasi pada keberhasilan kompetisi, tetapi juga mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta dan tamu yang datang.


“Tentu kita berharap para kafilah tidak hanya pulang membawa pengalaman mengikuti MTQ, tetapi juga membawa cerita tentang keramahan masyarakat dan keindahan Kota Semarang sehingga suatu saat mereka kembali berkunjung bersama keluarga,” tuturnya.


Lebih jauh, Kakung menilai MTQ Nasional dapat menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam sekaligus membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Ad Space


Menurutnya, nilai-nilai kedamaian, persaudaraan, dan keharmonisan yang dibawa melalui MTQ harus dapat dirasakan tidak hanya selama acara berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.


“Ini menjadi sangat penting, untuk bagaimana mewujudkan Indonesia Emas yang berkeadaban,” tandasnya.

Bagikan: