Didik, Administrator
Tim Redaksi

YOGYAKARTA, Kanal9,id – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Senin (10/8/2026) pagi. Awan panas guguran meluncur sejauh sekitar 2 kilometer ke arah barat daya, menuju kawasan hulu Kali Sat/Putih.

Peristiwa tersebut tercatat terjadi pada pukul 06.46 WIB. Berdasarkan laporan Badan Geologi, awan panas guguran memiliki amplitudo maksimum 66,31 milimeter dengan durasi 134,77 detik.

Luncuran awan panas menuju kawasan hulu sungai menjadi pengingat bahwa potensi bahaya Gunung Merapi masih perlu diwaspadai. Material vulkanik yang bergerak mengikuti alur sungai dapat mengancam masyarakat maupun aktivitas di kawasan yang berada di sekitar aliran sungai berhulu di Merapi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mendekati kawasan yang berpotensi terdampak, terutama alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Status Merapi Masih Level III

Ad Space

Hingga Senin, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, warga dan wisatawan yang berada di kawasan sekitar Merapi diminta meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi dari otoritas kebencanaan.

Masyarakat juga diingatkan agar tidak memasuki wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana. Aktivitas vulkanik Merapi dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, perkembangan kondisi gunung perlu dipantau melalui informasi resmi dari Badan Geologi maupun instansi terkait.

Waspadai Potensi Bahaya di Alur Sungai

Awan panas guguran merupakan salah satu bahaya utama yang perlu diantisipasi dalam aktivitas Gunung Merapi. Selain awan panas, material vulkanik yang mengendap di lereng juga berpotensi terbawa aliran sungai, terutama ketika terjadi hujan.

Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar alur sungai berhulu di Merapi diminta tidak mengabaikan peringatan yang dikeluarkan petugas. Kepatuhan terhadap batas kawasan bahaya menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban jika terjadi peningkatan aktivitas Merapi.

Ad Space

Warga juga diminta terus mengikuti informasi terkini dari sumber resmi dan segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi atau peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

Bagikan: