Administrator, Helmi
Tim Redaksi

SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menyampaikan permintaan maaf menyusul kejadian seorang pengendara nyaris tertabrak kereta api di perlintasan sebidang Mangkang, Kota Semarang, Jawa Tengah.


Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 07.25 WIB. Kejadian kemudian menjadi perhatian setelah rekaman video yang memperlihatkan situasi di perlintasan tersebut beredar di media sosial.


Berdasarkan narasi dalam video yang beredar, kejadian bermula ketika sebuah kereta api melintas di perlintasan sebidang Mangkang. Setelah kereta tersebut melewati perlintasan, palang pintu kemudian sempat dibuka sehingga pengguna jalan mulai bersiap melintas.

Ad Space


Namun, situasi berubah ketika kereta api lain dari arah berlawanan diketahui kembali melaju menuju perlintasan. Palang pintu kemudian kembali ditutup ketika sejumlah pengguna jalan masih berada di sekitar area rel.


Kondisi tersebut membuat pengendara yang hendak melintasi perlintasan berada dalam situasi berbahaya. Jarak waktu antara dibukanya palang dengan kedatangan kereta berikutnya disebut tidak terlalu lama sehingga pengguna jalan yang berada di sekitar perlintasan harus menghadapi risiko tertabrak kereta.


Ad Space

Rekaman kejadian tersebut kemudian menyebar di media sosial dan memicu perhatian masyarakat. Peristiwa itu juga menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur pengamanan perlintasan, khususnya terkait pembukaan dan penutupan palang ketika masih terdapat perjalanan kereta api berikutnya.


KAI Lakukan Pemeriksaan


Menanggapi kejadian tersebut, KAI Daop 4 Semarang memastikan informasi yang beredar telah ditindaklanjuti. Perusahaan melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengetahui secara lebih jelas kronologi kejadian serta pelaksanaan pengamanan di perlintasan Mangkang.

Ad Space


Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan pemeriksaan masih dilakukan terhadap informasi yang beredar.


"Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap informasi yang beredar," kata Luqman kepada Kompas.com, Sabtu (29/8/2026).


Ad Space

Selain pemeriksaan, KAI Daop 4 Semarang juga memberikan pembinaan kepada petugas yang bersangkutan.


Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan pengamanan di lapangan. KAI ingin memastikan prosedur keselamatan dijalankan secara disiplin sehingga tidak membahayakan perjalanan kereta maupun masyarakat yang menggunakan jalan.


"KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk memastikan setiap aspek keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan menjadi perhatian utama," ujar Luqman.

Ad Space


Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Evaluasi


Luqman mengatakan KAI mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap keselamatan di perlintasan sebidang. Menurut dia, laporan maupun informasi dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pengamanan di lapangan.


Ad Space

KAI Daop 4 Semarang berencana terus meningkatkan kedisiplinan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pengamanan perlintasan. Evaluasi dilakukan agar potensi kejadian serupa dapat diminimalkan.


Perlintasan sebidang sendiri merupakan titik pertemuan antara jalur kereta api dan jalan raya yang digunakan bersama. Karena itu, aspek pengamanan di lokasi tersebut menjadi penting untuk mencegah kecelakaan, terutama ketika terdapat perjalanan kereta api.


Dalam kejadian di Mangkang, KAI masih melakukan pendalaman sehingga penyebab pasti mengapa palang sempat dibuka sebelum kembali ditutup belum disampaikan secara final.

Ad Space


KAI juga belum menyimpulkan apakah kejadian tersebut disebabkan kesalahan prosedur, faktor teknis, maupun faktor lainnya. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap mengenai rangkaian kejadian.


Atas kejadian tersebut, KAI Daop 4 Semarang menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.


Ad Space

"Terima kasih atas informasi dan perhatian yang telah disampaikan. Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," kata Luqman.


KAI menegaskan evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama di setiap perlintasan sebidang.

Bagikan: