UNGARAN, Kanal9.id – Rencana pengembangan energi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jawa Tengah, memasuki tahapan baru. Proyek tersebut direncanakan dilanjutkan melalui kegiatan pengeboran eksplorasi dengan kedalaman mencapai sekitar 1.900 hingga 2.200 meter.
Pengembangan panas bumi ini diproyeksikan memiliki potensi pembangkitan listrik hingga 55 megawatt (MW). Jika terealisasi, proyek tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sumber energi baru terbarukan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan listrik.
Namun, rencana pengeboran di kawasan Gunung Ungaran turut mendapat perhatian masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung.
Kekhawatiran terutama berkaitan dengan potensi dampak terhadap lingkungan, kawasan hutan, sumber mata air, serta wilayah wisata dan cagar budaya di sekitar Candi Gedongsongo.
Izin Wilayah Panas Bumi Telah Diterbitkan

Pengembangan panas bumi Gunung Ungaran mendapat landasan baru setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerbitkan keputusan mengenai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran.
Meski demikian, terbitnya keputusan tersebut tidak berarti kegiatan pengeboran dapat langsung dilakukan. Pengembang masih harus melalui berbagai tahapan teknis, administratif, serta pemenuhan ketentuan lingkungan sebelum kegiatan eksplorasi dilaksanakan.
Pengeboran eksplorasi menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi reservoir panas bumi di bawah permukaan. Dari tahapan tersebut, pengembang dapat memperoleh data mengenai temperatur, tekanan, karakteristik batuan, serta besarnya potensi energi yang tersimpan.
Potensi Energi di Perut Gunung Ungaran
Kawasan Gunung Ungaran selama ini dikenal memiliki potensi panas bumi. Kondisi geologi kawasan vulkanik menjadi salah satu faktor yang mendukung keberadaan sumber energi tersebut.

Energi panas bumi dinilai memiliki keunggulan karena dapat menjadi sumber listrik yang relatif stabil dan tidak bergantung pada kondisi cuaca seperti pembangkit berbasis tenaga surya atau angin.
Potensi hingga 55 MW yang disebutkan dalam rencana pengembangan menjadi salah satu alasan proyek tersebut dinilai strategis dalam mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih.
Namun, besarnya potensi energi tersebut tetap harus diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang ketat, terlebih Gunung Ungaran juga memiliki fungsi ekologis penting.
Sumber Mata Air Jadi Perhatian
Bagi masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Ungaran, keberadaan mata air menjadi salah satu persoalan paling sensitif.

Kawasan pegunungan tersebut menjadi daerah tangkapan air yang menopang kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan pertanian masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, aktivitas pengeboran dan pembangunan fasilitas pendukung proyek dikhawatirkan berdampak terhadap kondisi hidrologi apabila tidak dilakukan dengan perencanaan yang matang.
Selain persoalan air, masyarakat juga menyoroti potensi perubahan bentang alam, kondisi hutan, stabilitas lereng, hingga kemungkinan munculnya aktivitas seismik mikro yang perlu dipantau selama kegiatan eksplorasi.
Kekhawatiran tersebut tidak serta-merta berarti proyek panas bumi pasti menimbulkan dampak negatif. Namun, masyarakat berharap seluruh risiko dapat dikaji secara terbuka sebelum kegiatan berjalan.
Kawasan Wisata dan Candi Gedongsongo

Gunung Ungaran juga memiliki nilai penting dari sisi pariwisata. Sejumlah kawasan wisata berada di lereng gunung, termasuk kawasan Candi Gedongsongo yang menjadi salah satu tujuan wisata sejarah dan alam di Kabupaten Semarang.
Aktivitas proyek berskala besar dikhawatirkan mengubah karakter kawasan apabila tidak memperhatikan tata ruang dan nilai lingkungan di sekitarnya.
Karena itu, transparansi mengenai lokasi pengeboran, akses proyek, pembangunan infrastruktur, hingga hasil kajian lingkungan menjadi hal yang dinilai penting bagi masyarakat.
Energi Bersih dan Perlindungan Lingkungan
Pengembangan panas bumi pada dasarnya merupakan bagian dari upaya meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan. Akan tetapi, label energi bersih tidak berarti sebuah proyek bebas dari risiko lingkungan.

Tahapan eksplorasi maupun pengembangan tetap membutuhkan kajian mengenai kondisi geologi, hidrologi, keanekaragaman hayati, tata ruang, serta potensi dampak terhadap masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah dan pengembang perlu memastikan proses perizinan serta dokumen lingkungan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan potensi listrik yang cukup besar, proyek panas bumi Gunung Ungaran dapat menjadi tambahan sumber energi bagi Jawa Tengah. Namun, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan listrik.
Kepercayaan masyarakat juga menjadi faktor penting.
Masyarakat di sekitar Gunung Ungaran tentu berharap pengembangan energi tidak mengorbankan sumber air, lingkungan, maupun keberlangsungan kehidupan warga yang selama ini bergantung pada kawasan lereng gunung.

Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana tahapan eksplorasi tersebut dilaksanakan dan sejauh mana aspek keselamatan lingkungan benar-benar menjadi prioritas.




